Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
kredit kepemilikan rumah

kredit kepemilikan rumah

Bunga KPR Tinggi, Penjualan Rumah Tipe Kecil Menurun

Nida Sahara, Selasa, 13 Agustus 2019 | 08:11 WIB

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) dalam survei harga properti residensial (HPR) kuartal II-2019 mencatat, tingginya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) menyebabkan penurunan penjualan rumah tipe kecil dan tipe menengah. Meski demikian, di sisi konsumen, pembelian properti residensial sebagian besar masih menggunakan fasilitas KPR perbankan sebagai sumber pembiayaan utama.

Hasil survei BI tersebut menunjukkan, penjualan properti residensial pada kuartal II-2019 secara kuartalan terkontraksi sebesar -15,90% secara quarter to quarter (qtq), lebih rendah dibandingkan 23,77% (qtq) pada kuartal I-2019, maupun dengan -0,08% (qtq) pada kuartal II-2019.

Menurunnya penjualan pada kuartal II-2019 disebabkan oleh penurunan pada rumah tipe kecil sebesar -23,48% (qtq) dan rumah tipe menengah -12,88% (qtq). Sedangkan penjualan rumah tipe besar menguat dari 24,56% (qtq) menjadi 33,08% (qtq).

Berdasarkan hasil survei BI tersebut, sebagian besar responden menyatakan bahwa beberapa faktor utama yang menghambat pertumbuhan penjualan properti residensial pada kuartal II-2019 adalah melemahnya daya beli dan faktor suku bunga KPR yang cukup tinggi. Selain itu, karena tingginya harga rumah dan permasalahan perizinan atau birokrasi dalam pengembangan lahan.

Berdasarkan data laporan bulanan bank umum, rata-rata suku bunga KPR pada kuartal II-2019 sebesar 9,43%, lebih rendah dibandingkan dengan 9,53% pada kuartal I-2019. Secara regional, suku bunga KPR tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 14,75% dan terendah terjadi di Yogyakarta sebesar 8,39%.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN