Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fintech. Foto ilustrasi: IST

Fintech. Foto ilustrasi: IST

Cashwagon Ungkap Kasus Penipuan Fintech

MAN, Selasa, 26 Februari 2019 | 16:23 WIB

JAKARTA- PT Kas Wagon Indonesia, perusahaan financial technology (fintech) yang mengoperasikan platform P2P online mendeteksi sejumlah kasus penipuan melalui P2P lending, yang kemudian menyerahkan kasus tersebut kepada pihak Kepolisian. Mengandalkan sistem yang terdiri dari Artificial Intelligent (AI), Machine Learning dan Big Data, Kas Wagon mampu menemukan aplikasi mencurigakan yang dilakukan oleh sindikat penipu.

CEO PT Kas Wagon Indonesia Asri Anjarsari mengatakan, popularitas platform fintech yang sedang naik daun membuat celah seseorang untuk melakukan tindak kriminal penipuan. Mereka mencoba mengajukan pinjaman dengan menggunakan data orang lain.

“Kasus yang kami temui ini sangat berbahaya karena mereka menggunakan data asli milik orang lain, sehingga reputasi orang tersebut bisa menjadi jelek nantinya,” kata Anjarsari melalui keterangan pers, Selasa (26/2).

Anjarsasri menjelaskan, menurut sistem pemrosesan aplikasi cashwagon diungkapkan, pelaku penipuan mencoba untuk mengajukan pinjaman ke pemberi pinjaman menggunakan dokumen orang sungguhan yang bukan milik penipu. Sindikat penipu ini melakukan pinjaman dari berbagai perangkat dengan lokasi geografis yang berbeda-beda.

Berdasarkan jejak digital yang diperoleh, platform cashwagon memungkinkan untuk melacak pola penjahat dan menetapkan identitas pelaku penipuan dan lokasi mereka. Dalam kerja sama yang dengan polisi cybercrime, cashwagon menghasilkan bukti kuat kasus penipuan ini.
“Prioritas utama Kas Wagon adalah keselamatan pelanggannya sehingga perusahaan melakukan segala upaya untuk melindungi mereka,” jelas Anjarsari.

Anjarsasri mengungkapkan, kerja sama dengan pihak kepolisian, dan kepatuhan ketat terhadap peraturan di Indonesia memungkinkan pihaknya untuk menindak tegas kasus penipuan yang dilakukan oleh para penjahat dan sindikat penipuan.

Bahkan, kebijakan anti-penipuan internal Kas Wagon sepenuhnya dilakukan untuk mematuhi persyaratan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dirancang untuk memberikan layanan keuangan yang sehat dan dapat diandalkan kepada publik, melindungi kepentingan investor secara menyeluruh dan mencegah kejahatan.

“Kami akan terus melindungi pelanggan kami dan bekerja sama dengan polisi kejahatan dunia maya untuk memastikan keamanan pengembangan industri fintech,” pungkas Anjarsari.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA