Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi layanan digital banking PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Maybank 2 U atau M2U.

Ilustrasi layanan digital banking PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Maybank 2 U atau M2U.

Dana Nasabah Dibobol Rp 72 Juta, Maybank Berikan Klarifikasi

Jumat, 20 November 2020 | 13:45 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Belum usai kasus raibnya dana Winda Lunardi atlet eSport sebesar Rp 22 miliar, terdapat laporan lagi dari nasabah yang kehilangan tabungan sebesar Rp 72 juta dari mobile banking PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

Melalui keterbukaan informasi, Manajemen Maybank menyampaikan bahwa transaksi tersebut dilakukan melalui mobile banking dan bukan transaksi yang dilakukan di kantor cabang.

Berdasarkan hasil penelusuran Maybank, menunjukkan telah terjadi transaksi perpindahan dana dari rekening nasabah kepada pihak ketiga yang disanggah nasabah dan transaksi tersebut dilakukan dengan mekanisme dan fitur keamanan yang ditetapkan oleh bank.

Transaksi telah dilakukan sesuai dengan mekanisme dan melalui fitur keamanan yang ditetapkan dalam transaksi melalui mobile banking.

"Yaitu hanya dapat dilakukan melalui mobile banking oleh nasabah setelah menggunakan user ID dan password (dimana informasi ini hanya diketahui oleh nasabah) dan dengan pengiriman transaction authorization code (TAC) melalui SMS ke nomor seluler dimana nasabah telah mendaftarkannya pada sistem Maybank untuk melakukan approval transaksi," jelas Manajemen Maybank yang dikutip Jumat, (20/11).

Dalam kasus tersebut, berbeda dari raibnya dana Winda Lunardi yang dilakukan oleh Kepala Cabang Maybank Cipulir Albert. Maybank juga telah menerapkan standar keamanan sistem digital perbankan yang tinggi untuk memastikan keamanan setiap transaksi yang dilakukan nasabah melalui layanan digital.

"Standar keamanan yang diterapkan oleh bank merupakan standar keamanan yang sudah mendapatkan review dan izin dari pihak pengawas bank, serta sesuai dengan praktek industri pada umumnya," sambung Manajemen Maybank.

Terkait kasus ini, Maybank terus melakukan literasi dan edukasi kepada nasabahnya supaya tidak memberitahukan PIN, user ID, password, atau data-data pribadi kepada siapapun. "Serta menjaga kerahasiaan transaction authorization code (TAC) yang hanya dikirimkan ke nomor telepon seluler nasabah yang telah didaftarkan pada sistem bank,"

Adapun, nasabah yang kehilangan dana Rp 72 juta di Solo sejak Juni 2020 lalu bernama Candraning Setyo yang sudah melaporkan ke Polresta Solo. Hilangnya dana tersebut berawal dari nomor telepon seluler Candra yang hilang sinyal secara tiba-tiba. Nomor ponsel tersebut merupakan nomor yang didaftarkan untuk aplikasi mobile banking.

Kemudian Candra mengurus ke gerai provider dan diberikan kartu baru. Beberapa hari setelahnya, dia datang ke bank untuk mencetak rekening koran, dan saldonya hanya tersisa sekitar Rp 80 ribu. Diduga selama nomor ponselnya tidak ada sinyal dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab yang membobol dananya. Terlihat dari beberapa transaksi mencurigakan dalam rekening koran.

Setelah mendatangi ke Maybank, pada 7 Agustus 2020 bank menyatakan bahwa transaksi yang dianggap ganjil oleh Candra adalah sah. Pasalnya, transaksi menggunakan mobile banking nasabah yang dilakukan sesuai mekanisme dan fitur keamanan seperti user ID, password, hingga TAC.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN