Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Dengan Kartu Kredit Pencairan Anggaran Bisa Lebih Transparan

Kamis, 22 Februari 2018 | 12:08 WIB
Oleh Imam Suhartadi dan Thomas Harefa

Ia menegaskan, dengan adanya kartu kredit pemerintah, seluruh pencairan anggaran bisa lebih transparan. Seluruh kementerian/lembaga yang sudah memegang kartu kredit juga bisa melakukan transaksi nontunai. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) yang terus mendorong penggunaan transaksi nontunai dan mengurangi transaksi tunai.

 

Ia menuturkan, pernah ada kejadian pegawai yang membawa uang cash yang banyak tidak boleh masuk suatu negara. Sebab, ada kekhawatiran uang tersebut sebagai bentuk pencucian uang (money laundering) atau dana pembiayaan untuk teroris (financing for terrorism).

 

Cashless itu akuntabel. Kita semua tahu waktu digesek dipakai untuk apa, di mana, dan Anda pejabat K/L (kementerian/ lembaga) tidak perlu lagi membuat kuitansi,” ujar Sri Mulyani.

 

Sementara itu, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, pemerintah menetapkan belanja negara sebesar Rp 2.220,7 triliun. Belanja ini terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat Rp 1.454,5 triliun -- yakni Belanja Kementerian/ Lembaga Rp 847,4 triliun dan Belanja Non-Kementerian/Lembaga Rp 607,1 triliun --, serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa Rp 766,2 triliun.

 

Dari Belanja Pemerintah Pusat tersebut, sebanyak Rp 340,1 triliun merupakan Belanja Barang. Yang lain adalah Belanja Pegawai Rp 365,7 triliun, Belanja Modal Rp 203,9 triliun, Pembayaran Bunga Utang Rp 238,6 triliun, Subsidi Rp 156,2 triliun, Belanja Hibah Rp 1,5 triliun, Bantuan Sosial Rp 81,3 triliun, dan Belanja Lain-Lain Rp 67,2 triliun. (bersambung)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/moneyandbanking/kartu-kredit-lebih-aman/172320

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN