Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Bank Mayapada International Hariyono Tjahjarijadi. Foto: youtube

Direktur Utama PT Bank Mayapada International Hariyono Tjahjarijadi. Foto: youtube

Dirut Bank Mayapada: Kebijakan Stimulus Ekonomi Sudah Dipertimbangkan dengan Matang

Nida Sahara, Jumat, 22 Mei 2020 | 18:02 WIB

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk Hariyono Tjahjarijadi menilai, pemerintah sudah mempertimbangkan dengan matang mengenai dampak ke depan dalam memutuskan kebijakan, terutama mengenai stimulus ekonomi di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Saya yakin pemerintah dalam memutuskan kebijakan stimulus sudah mempertimbangkan masak-masak. Namun pendapat Pak Gita Wiryawan juga perlu dijadikan masukkan untuk kebijakan-kebijakan berikutnya dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini," ungkap Hariyono Tjahjarijadi kepada Investor Daily, Jumat (22/5/2020).

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Gita Wirjawan menilai, pemerintah juga perlu mempertimbangkan untuk lebih memperhatikan pihak swasta.

Gita Wirjawan menjelaskan, kebijakan pemulihan ekonomi masih bersifat diskriminatif terhadap sektor swasta. Padahal, dampak Covid-19 tidak pandang bulu dan menghantam kalangan manapun, termasuk pengusaha swasta yang selama ini berperan penting dalam mendorong roda ekonomi Indonesia.

Di saat negara-negara tetangga menggelontorkan lebih dari 10% dari produk domestik bruto (PDB) untuk memulihkan perekonomian, menurut Gita, Indonesia baru menyiapkan 2,5% dari PDB.

Lebih lanjut, Hariyono menyebut, apapun kebijakan yang diambil pemerintah maupun regulator harus berdampak positif bagi semua pihak supaya dapat kembali recovery dengan cepat setelah pandemi Covid-19 berakhir.

"Yang penting apapun kebijakan/regulasi/relaksasi yang diambil sudah melalui proses pertimbangan yang baik," ucap dia.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23/2020, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan bank peserta yang akan ditempatkan dana dari menteri keuangan, untuk membantu memenuhi kebutuhan likuiditas bank pelaksana restrukturisasi kredit debitur terdampak Covid-19 berdasarkan POJK Nomor 11/2020.

Dalam beleid tersebut, terdapat syarat bagi bank yang akan ditempatkan dana dari pemerintah sebesar Rp 35 triliun, antara lain merupakan bank umum yang berbadan hukum Indonesia, beroperasi di wilayah Indonesia, dan paling sedikit 51% saham dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI). Lalu, merupakan bank kategori sehat berdasarkan penilaian OJK, serta termasuk dalam kategori 15 bank beraset terbesar.

Dari syarat tersebut, OJK sempat menyebut yang pasti menjadi bank peserta adalah Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang merupakan bank pelat merah. Meskipun terdapat beberapa bank swasta yang juga masuk dalam kategori syarat tersebut.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN