Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Syariah Mandiri. Foto: mandirisyariah.co.id

Bank Syariah Mandiri. Foto: mandirisyariah.co.id

Dukung Nasabah Bertahan, Mandiri Syariah Siapkan Pelatihan UMKM

Senin, 11 Januari 2021 | 19:49 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang belum masuk ekosistem digital. Untuk itu, PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menyiapkan pelatihan bagi nasabah UMKM untuk bisa bertahan dan tetap berdaya saing di tengah pandemi Covid-19.

Branch Manager Mandiri Syariah Kuningan Cirebon Fahmy Ahmad mengatakan, tahun ini masih menjadi tahun yang menantang, khususnya bagi nasabah UMKM. Untuk itu, pihaknya selalu komitmen mendukung para nasabahnya untuk bisa melewati masa pandemi ini, salah satunya dengan memberikan pelatihan.

"Kita Insya Allah siapkan formatnya untuk pelatihan UMKM digital marketing, pelatihan perpajakan, pelatihan pembukuan. Kita siapkan program-program yang bisa kita fasilitasi bersama dengan nasabah UMKM," terang Fahmy secara virtual, Senin (11/1).

Pelatihan UMKM yang disebut Fahmy merupakan permintaan dari nasabah Mandiri Syariah M. Benhardi, pemilik usaha industri pengolahan minuman dalam kemasan, Jenisa (Jeruk Nipis Asli) yang berada di Kuningan, Jawa Barat. ini mengaku optimistis bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 meskipun omzetnya belum kembali seperti pra-Covid-19. Namun, karena pandemi, omzetnya menurun 30-40% per bulan dari Rp 285 juta.

"BSM bisa bantu dari pelatihan digital marketing, karena selama pandemi bisnis digital itu tumbuh, sementara yang lain turun dan bahkan ada yang kolaps. Jadi bisa ada pelatihan atau ada kesempatan dibantu promosi untuk nasabah UMKM-nya," ucap Benhardi.

Dengan modal awal Rp 3,8 juta, Benhardi merintis usahanya di rumah, hingga saat ini memiliki 22 karyawan. Benhardi yang memiliki tiga orang anak ini mengatakan, dia mendapatkan pembiayaan mikro murabahah dari Mandiri Syariah sejak April 2018 lalu sebesar Rp 190 juta dengan tenor 2 tahun.

Pembiayaan itu diajukan untuk menambah modal kerja berupa pembelian peralatan botol dan kardus kemasan. Adapun, omzet rata-rata sebesar Rp 285 juta per bulan, dengan harga pokok pembiayaan Rp 171 juta dan biaya operasional Rp 28,7 juta. Laba dari usaha Benhardi sebesar Rp 50 juta.

Usahanya tak sia-sia, dia mendapatkan penghargaan baik nasional maupun regional hingga berkesempatan untuk pameran di luar negeri. Benhardi juga mengemas Jenisa seperti produk ekspor untuk bisa bersaing dan menjadi market leader di nasional.

"Secara promosi sudah pameran di 8 negara, respon pasar ada tapi produk ini kita pikir dari kemasan memang kualitas ekspor, tapi cenderung ke pasar nasional, kenapa? Karena distribusi tidak butuh biaya tinggi, kedua, ceruk pasar nasional cukup bagus," jelas dia.

Saat ini, dia memiliki jaringan yang cukup luas terutama di Kabupaten Kuningan, selain karena usahanya telah berjalan selama 14 tahun, usaha produksi minuman yang dikelola oleh keluarga yang bersangkutan sehingga sampai saat ini masih berjalan dengan baik walaupun secara omzet mengalami penurunan.

Untuk memperluas pemasarannya, dia mengaku telah melakukan penjualan di beberapa marketplace seperti Shopee dan Bukalapak.

"Pemasaran saya minta tolong anak saya untuk digital marketing, karena saya sudah termasuk kolonial. Jenisa sudah ada di Bukalapak, Shopee, instagram juga," tuturnya.

Harga minuman yang ditawarkan ke pelanggan juga sangat kompetitif, dengan sasaran pelanggan nasabah yaitu toko oleh oleh di Kuningan, Cirebon dan sekitarnya. Tempat usaha dibangun khusus oleh nasabah tidak jauh dari tempat tinggal nasabah dengan bangunan permanen.

Adapun teknis penjualan produk nasabah ke toko toko oleh-oleh didukung oleh beberapa unit kendaraan roda empat, sehingga memudahkan pengiriman barang. Dari keuntungan usaha tersebut nasabah sudah memiliki beberapa aset berupa rumah dan kendaraan. Selain memproduksi Jenisa, dia mengembangkan bisnisnya dengan membuka kedai kopi.

Lebih lanjut, di samping akan memberikan pelatihan kepada nasabah UMKM, Mandiri Syariah juga mengimplementasikan program relaksasi restrukturisasi pembiayaan kepada UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

"Beberapa program dan inisiatif sudah diberikan di Kuningan, kami berikan restrukturisasi dengan harapan bisa beri relaksasi dan daya tahan supaya UMKM bisa survive di tengah pandemi," ucap dia.

Dengan rencana penggabungan tiga bank syariah milik Himbara yang diperkirakan efektif pada 1 Februari 2021, Fahmy menyampaikan bahwa dukungan Mandiri Syariah yang nantinya berganti nama menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) tetap akan fokus mendukung nasabah UMKM.

"Nanti BSI akan fokus ke bisnis UMKM di atas benchmark regulator 20% (porsi UMKM). Kita jadi entitas baru, Insya Allah ada beberapa program BSI pembiayaan KUR secara bertahap ke UMKM, kita kerja sama dengan Bank Wakaf Mikro yang fokus membiayai Rp 2 jutaan dengan fokus ekosistem pesantren," imbuh Fahmy.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN