Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Josua Pardede. Sumber: BSTV

Josua Pardede. Sumber: BSTV

Ekonomi Pulih, Laba Bank Umum akan Meningkat Tahun Ini

Senin, 11 Januari 2021 | 16:46 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- Vice President Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede optimistis, perbankan bisa menumbuhkan peningkatan laba tahun ini, meski per Oktober 2020 masih membukukan penurunan laba.

Menurut Josua, pertumbuhan laba perbankan bisa tercapai seiring dengan pulihnya perekonomian dalam negeri. Namun pada paruh pertama 2021, hal tersebut belum bisa terjadi. Pasalnya, pemulihan ekonomi masih lambat dan vaksin belum tersebar luas sehingga pertumbuhan kredit tidak akan jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Namun memasuki paruh kedua tahun 2021, ketika perekonomian mulai kembali berjalan, pertumbuhan kredit akan mengikuti.

"Pertumbuhan kredit akan bertumbuh 2-3% pada 2021. Kenaikan ini akan menjadi pendorong membaiknya laba di sektor perbankan," jelas dia di Jakarta belum lama ini.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba bersih bank umum per Oktober 2020 mencapai Rp 92,64 triliun. Nilai ini menurun 29,15% dibandingkan Oktober 2019 yang mencapai Rp 130,77 triliun.

Bank BUKU I menjadi bank dengan penurunan laba terbesar pada Oktober 2020. Bank dengan modal inti di bawah Rp 1 triliun ini harus menanggung kerugian sebesar Rp 163 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun 2019, bank di kelas aset tersebut bisa membukukan laba sebesar Rp 428 miliar.

Sedangkan bank BUKU IV yang memiliki modal inti di atas Rp 30 triliun juga harus membukukan penurunan laba. Pada Oktober 2020, bank di kelas aset ini membukukan laba bersih sebesar Rp 60,577 triliun atau menurun dibandingkan Oktober 2019 yang mencapai Rp 89,37 triliun.

 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN