Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Januari, DPK Perbankan Tumbuh Melambat

Selasa, 23 Februari 2021 | 12:02 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan per Januari 2021 tercatat sebesar Rp 6.355,7 triliun, tumbuh 11,1% secara tahunan (year on year/yoy), sedikit menurun dibanding bulan sebelumnya sebesar 11,3% (yoy). Hal tersebut mengindikasikan mulai adanya peningkatan penyaluran kredit.

"Perkembangan DPK pada Januari terutama dipengaruhi oleh perlambatan deposito rupiah. Berdasarkan golongan nasabah, perlambatan deposito disebabkan oleh nasabah perorangan. Di sisi lain, peningkatan tabungan dan giro menahan perlambatan DPK lebih dalam," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Selasa (23/2).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI

Secara umum, simpanan berjangka melambat dari 8,1% (yoy) pada Desember 2020 menjadi 6,4% (yoy) per Januari 2021 terutama pada simpanan berjangka rupiah, di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Di sisi lain, giro dan tabungan mengalami peningkatan.

Giro tercatat tumbuh dari 16,9% (yoy) pada Desember 2020 menjadi 19,2% (yoy) pada Januari 2021, baik dalam valuta rupiah maupun valas, khususnya di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Untuk tabungan juga meningkat dari 11,5% (yoy) pada Desember 2020 menjadi 11,8% (yoy) pada Januari 2021, terutama disebabkan tabungan rupiah di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Sementara itu, uang beredar dalam arti luas (M2) tetap menunjukkan pertumbuhan positif pada Januari 2021, meskipun tidak setinggi pertumbuhan sebelumnya. Posisi M2 bulan Januari sebesar Rp 6.761 triliun tumbuh 11,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 12,4% (yoy). Perkembangan tersebut disebabkan oleh perlambatan uang kuasi yang memiliki pangsa 73,6% terhadap M2 dengan nilai Rp 4.977,4 triliun.

Sementara itu, komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) tumbuh 18,7% (yoy) pada Januari 2021, meningkat dari 18,5% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 pada Januari 2021 dipengaruhi oleh perlambatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat. Pada Januari 2021, pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah sebesar 54,8% (yoy), menurun dari capaian bulan sebelumnya sebesar 66,9% (yoy).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN