Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi

Presiden Jokowi

Jokowi Minta Industri Perbankan Berhati-hati Hadapi Pelemahan Global

Novy Lumanauw, Rabu, 6 November 2019 | 13:31 WIB

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kalangan perbankan agar berhati-hati menghadapi pelemahan ekonomi global saat ini.

Pelemahan ekonomi global yang ditandai perang dagang antara Amerika Serikat (AS) melawan Tiongkok, keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang dikenal dengan British Exit (Brexit), serta permasalahan geopolitik di berbagai belahan dunia.

"Tapi, kita juga harus hati-hati dengan kondisi ada yang sekarang. Perang dagang, Brexit, negara-negara lain yang menuju ke resesi atau sudah berada pada posisi resesi," kata Presiden Jokowi saat membuka Indonesia Banking Expo 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (6/11).

Presiden Jokowi mengatakan telah mendiskusikan hal ini dalam pertemuan dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva di sela penyelenggaraan KTT Asia Timur ke-14 di Bangkok, Thailand, akhir pekan lalu.

Pada pertemuan itu, kata Presiden, Kristalina secara khusus memperingatkan agar Indonesia berhati-hati menghadapi kondisi ekonomi global yang kurang kondusif.

"Saya bertemu dengan Managing Director IMF yang baru, Kristalina. Dia memberikan sebuah warning, hati-hati dalam mengelola moneter maupun fiskal. Hati-hati, karena kondisinya seperti ini," kata Presiden Jokowi.

Di sisi lain, Presiden Jokowi bersyukur bahwa di tengah perlambatan ekonomi dunia, Indonesia mencetak pertumbuhan pada kisaran 5%.

"Kita sudah diberi angka pertumbuhan 5% lebih dikit. Tidak banyak, tapi lebih sedikit. Tapi sudah lebih dari 5% sudah bagus. Bandingkan dengan negara-negara lain, ada yang pertumbuhannya sudah minus, ada yang menuju ke nol, ada yang berkurang ke 1%, 2 %. Ada yang anjlok di bawah 1%. Ini patut kita syukuri," jelas Presiden Jokowi.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA