Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Mandiri. Foto: David

Bank Mandiri. Foto: David

Kantor Luar Negeri Bank Mandiri Cetak Laba Rp 1,3 Triliun

Nida Sahara, Rabu, 12 Februari 2020 | 09:33 WIB

JAKARTA, investor.id – Laba bersih kantor luar negeri PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tahun 2019 mencapai US$ 92,62 juta atau sebesar Rp 1,3 triliun. Perolehan laba tersebut termasuk tinggi di tengah ketidakpastian global seperti perang dagang dan juga Brexit.

Direktur Treasury, International Banking, and Special Asset Management Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, perseroan sangat serius memperluas pasar kantor luar negeri untuk mendorong pengembangan bisnis. Menurut dia, perolehan tersebut merupakan kontribusi laba terbesar dalam lima tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 25%.

"Pendapatan komisi atau fee based income pun naik menjadi US$ 52,22 juta atau sekitar Rp 731 miliar dari US$ 11,67 juta sejak tahun 2015. Kami ingin memperkuat bisnis kantor luar negeri dengan perluasan target pasar dan optimalisasi jaringan Bank Mandiri Group," jelas Darmawan di Jakarta, Selasa (11/2).

Dia menyebut, jika awalnya target pasar Bank Mandiri membantu pebisnis Tanah Air ke luar negeri, saat ini perseroan juga menyasar Indonesian related global trading company, sindikasi global serta supply chain Indonesian link customers, termasuk memfasilitasi aliran bisnis di negara dimana kantor luar negeri Bank Mandiri berada.

"Saat ini Bank Mandiri memiliki tujuh kantor luar negeri yakni di Malaysia, Singapura, Timor Leste, Hong Kong, Tiongkok, Cayman Island, dan UK," ujar Darmawan.

Dari aspek risiko, kantor luar negeri Bank Mandiri mampu menjaga kualitas aset produktif melalui upaya pemberian kredit secara selektif sehingga rasio kredit macet (NPL) dapat ditekan dari 1,42% pada 2015 menjadi 0,12% pada 2019 dan meningkatkan sumber pendanaan dari pasar setempat.

Darmawan menjelaskan, kinerja baik dari kantor luar negeri Bank Mandiri dalam lima tahun ini tidak hanya dicapai melalui sinergi strategis dengan perusahaan anak. Namun, juga dengan berbagai unit kerja di kantor pusat maupun di antara KLN itu sendiri.

"Dan dalam mengeksekusi perluasan pasar ini, kami cukup percaya diri karena memiliki dua perusahaan anak yang cukup kuat di pasar Singapura yaitu Mandiri Securities Singapore dan Mandiri Investment Management Singapore," tutur Darmawan.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA