Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri Panji Irawan. Investor Daily/David Gita Roza

Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri Panji Irawan. Investor Daily/David Gita Roza

Kantor Luar Negeri Bank Mandiri Sumbang Laba Rp 1,56 Triliun

Senin, 22 Februari 2021 | 15:48 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus mengembangkan dan mengoptimalkan peran Kantor Luar Negeri (KLN) dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah meski di tengah pandemi Covid-19. Tercermin dari laba sebelum pajak yang diperoleh sebesar US$ 111,2 juta atau senilai Rp 1,56 triliun sepanjang tahun 2020.

Perolehan laba sebelum pajak KLN Bank Mandiri mengalami pertumbuhan 19% secara tahunan (year on year/yoy), meskipun dibayangi ketidakpastian global akibat pandemi Covid-19 yang mewabah di dunia.

Menurut Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan dalam keterangannya, capaian tersebut merupakan kontribusi laba sebelum pajak terbesar dalam 5 tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan pada periode tersebut sebesar 30%. 

Kinerja apik ini terutama disumbangkan oleh pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) rata-rata sebesar 32% dari US$ 10,9 juta pada 2015 menjadi US$ 45,3 juta pada 2020. Sementara pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) menguat rata-rata 10% dari US$ 49,5 juta pada 2015 menjadi US$ 81,3 juta dalam 5 tahun kemudian atau akhir 2020. 

"Selain karena pemahaman yang komprehensif atas bisnis internasional nasabah korporasi, kinerja yang baik dari KLN Bank Mandiri dalam 5 tahun terakhir juga merupakan hasil kolaborasi strategis antara berbagai unit kerja di kantor pusat, serta antara masing-masing KLN, termasuk dengan perusahaan anak," kata Panji, Senin (22/2)

Saat ini Bank Mandiri memiliki tujuh KLN, yakni di Singapura, Hongkong, Cayman Island, Shanghai, Timor-Leste, UK dan Malaysia. Panji mengungkapkan, capaian positif lain yang ditunjukkan oleh jaringan KLN Bank Mandiri adalah kemampuan menjaga kualitas aset produktif melalui strategi pemberian kredit secara selektif. Alhasil, NPL pun dapat diturunkan dari 1,42% pada 2015 menjadi 0,38% pada tahun lalu. 

"Kami ingin memenuhi seluruh kebutuhan nasabah dalam mengembangkan bisnis ke luar negeri agar bisa mengakses pasar global yang lebih besar dan tumbuh lebih cepat. Untuk itu, kami telah menetapkan fokus layanan kepada Indonesia-related Global Trading Companies, sindikasi global, serta supply chain Indonesia-linked customers, terutama untuk nasabah yang memiliki bisnis di lokasi jaringan KLN Bank Mandiri," papar Panji.

Dia melanjutkan, penguatan layanan juga disertai dengan pengembangan layanan digital Mandiri Cash Management di seluruh KLN yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah maupun jaringan nasabah yang berada di luar negeri, sehingga nasabah merasa aman dan nyaman dalam bertransaksi dengan Bank Mandiri.

Tak hanya nasabah korporasi, Panji menambahkan, Bank Mandiri juga mengembangkan layanan khusus bagi nasabah individual kategori High Net Worth yang berdomisili atau bekerja di luar negeri. Caranya adalah menawarkan layanan wealth management di Bank Mandiri Singapore dengan skema pengelolaan dana nasabah individual.

"Dalam rangka mendukung investasi dan pendanaan nasabah di luar negeri, saat ini kami memiliki dua perusahaan anak di Singapura yaitu Mandiri Securities Singapore dan Mandiri Investment Management Singapore. Semua jaringan internasional kami terkoneksi dengan baik sehingga dapat memberikan layanan secara optimal," imbuh Panji.

Di samping layanan terkait perdagangan global, Kantor Luar Negeri Bank Mandiri juga memiliki pangsa pasar yang relatif baik dalam layanan pengiriman uang atau remitansi, khususnya remitansi yang dilakukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri ke kampung halaman.

Kemudahan layanan remitansi bagi PMI menjadi salah satu fokus bisnis utama kantor luar negeri terutama yang berada di negara utama penempatan PMI seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong.

"Selain transaksi di kantor cabang, proses pengiriman uang ke Indonesia pun terus dipermudah antara lain melalui jaringan elektronik dan kerjasama dengan merchant retail lokal," pungkas Panji.

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN