Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono. (ist)

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono. (ist)

Harga Pelaksanaan Rp 180 Per Saham

KB Kookmin Bank Jadi Pembeli Siaga PUT V Bukopin

Nida Sahara, Selasa, 30 Juni 2020 | 21:20 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Bukopin Tbk segera merealisasikan penawaran umum terbatas kelima (PUT V) melalui penerbitan saham baru, dengan memberikan penawaran hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) kepada pemegang saham setelah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, KB Kookmin Bank menjadi pembeli siaga (standby buyer).

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono mengatakan, Bukopin terlebih dahulu telah memperoleh persetujuan pemegang saham atas rencana aksi korporasi tersebut melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 24 Oktober 2019.

Keterbukaan informasi terkait rencana penerbitan saham baru tersebut dilakukan pada 30 Desember 2019, dan berlanjut melalui beberapa tahapan pendaftaran dokumen hingga dinyatakan efektif oleh OJK pada 30 Juni 2020.

"Kami sangat bersyukur dengan dukungan pemegang saham dan regulator yang mendukung sejak awal proses penambahan modal ini hingga akhirnya memperoleh pernyataan efektif dari OJK hari ini," papar Rivan dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Selasa (30/6/2020)

Kedua pemegang saham utama Bukopin, yakni Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank, menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan HMETD pada PUT V. KB Kookmin Bank, sesuai dengan rencananya untuk menjadi pemegang saham pengendali, bahkan menyatakan kesiapan menjadi pembeli siaga untuk menyerap seluruh HMETD yang tidak dieksekusi pemegang saham lainnya.

Berdasarkan persetujuan RUPSLB, jumlah saham yang akan diterbitkan terdiri dari saham kelas B sebesar 4,66 miliar lembar saham atau 40% dari jumlah saham beredar saat ini. Dengan rasio tersebut, maka setiap lima saham lama akan mendapatkan dua HMETD, kemudian satu HMETD berhak untuk mendapatkan satu saham jika dilaksanakan pada periode pelaksanaan HMETD, dengan harga pelaksanaan Rp 180 per saham.

Jadwal selengkapnya untuk HMETD ini akan dipublikasikan perseroan sesuai dengan ketentuan melalui Bursa Efek Indonesia. Kookmin Bank yang pada 11 Juni lalu telah menggelontorkan dana US$ 200 juta ke escrow account Bank Bukopin, juga merampungkan proses due diligence tambahan dan dalam tahap finalisasi proses sesuai ketentuan di Korea Selatan.

Pada Maret 2020, Bosowa juga telah menempatkan dana pada rekening penampungan atau escrow account HMETD PUT V di Bukopin. Kookmin Bank masuk menjadi pemegang saham Bukopin melalui mekanisme HMETD pada PUT IV tahun 2018.

Dengan pelaksanaan PUT V di mana Kookmin Bank kembali menjadi Pembeli Siaga, diperkirakan Kookmin Bank dapat menjadi pemegang saham terbesar sampai dengan 37,6%. Dukungan kuat pemegang saham serta bantuan penuh dari regulator membuat Bank Bukopin akan semakin yakin dapat mengatasi berbagai tantangan dan mengembangkan bisnis ke depan.

"Sampai dengan Mei 2020 KB Kookmin Bank memiliki saham sebesar 22,00% sedang Bosowa Corporindo memiliki saham saham sebesar 23,40%. KB Kookmin Bank melalui surat yang telah disampaikan kepada bank, para pemegang saham yang lain maupun otoritas telah menyatakan minat untuk menjadi majority shareholders sampai di atas 51%," jelas Rivan.

Sementara itu, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo mengungkapkan, OJK telah memberikan pernyataan efektif pelaksanaan PUT V Bukopin, di mana penggunaan dana seluruhnya digunakan untuk modal kerja dalam rangka meningkatkan pertumbuhan kredit. "OJK mendukung aksi korporasi Bank Bukopin yang dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan nasabah pada khususnya terhadap pelayanan Bank Bukopin ke depan," kata Anto.

Pihaknya juga menyambut baik penjelasan lanjutan ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dengan pelaksanaan pengawasan bank yang sempat diberitakan pihak yang tidak bertanggung jawab karena sudah tidak relevan dengan perkembangan saat ini. OJK bekerja sama dengan pihak Bareskrim Polri untuk mengusut dan menindak orang yang bermaksud membuat keresahan di masyarakat. "OJK mengharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penarikan di luar batas kewajaran. Sebab, hal itu sangat berpengaruh terhadap kondisi bank dan mengabaikan ajakan untuk memindahkan dana karena berita yang menyesatkan," jelas Anto.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN