Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ekonom Senior Indef Dr Aviliani SE

Ekonom Senior Indef Dr Aviliani SE

Kuartal I-2021, Kredit Baru Diprediksi Tumbuh Positif

Jumat, 19 Februari 2021 | 20:04 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA - Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dirilis Bank Indonesia (BI) mencatat, penyaluran kredit baru perbankan berpeluang tumbuh positif pada kuartal I-2021. Indikasi itu terlihat dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) perkiraan penyaluran kredit baru kuartal pertama sebesar 67,4%,  lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar 29,3%.

Berdasarkan kelompok bank, pertumbuhan secara kuartalan diperkirakan terjadi pada seluruh kategori bank. Sementara berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan diproyeksi terjadi pada seluruh jenis kredit.

Kebijakan penyaluran kredit pada kuartal I-2021 diperkirakan tidak lebih ketat dibandingkan kuartal sebelumnya, tercermin dari SBT perubahan kebijakan penyaluran kredit kuartal I-2021 hasil survei periode Januari 2021 sebesar 2,2%. Berdasarkan jenis penggunaan, pelonggaran terutama kebijakan penyaluran kredit kuartal I terjadi terutama pada kredit pemilikan rumah (KPR). Regulator juga telah memberikan stimulus untuk KPR agar mendorong pertumbuhan kredit perbankan yang berdampak pada perekonomian nasional.

"Harapannya dengan pemerintah memberikan insentif potongan pajak untuk mobil pasti akan meningkatkan pembeliannya. Sama dengan properti, dengan LTV 100% diharap penyaluran KPR menggeliat, terutama di kuartal I ini diharapkan bisa terjadi sesuai harapan Pak Jokowi ingin ekonomi kuartal I positif, salah satunya didukung dari kredit," terang Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Aviliani, Jumat (19/2).

Perkiraan meningkatnya penyaluran kredit baru pada kuartal I-2021 didorong oleh optimisme terhadap perkembangan distribusi vaksin Covid-19, yang diharapkan dapat menekan penyebaran virus corona sehingga berdampak positif terhadap kondisi perekonomian.

Pada sisi lain, penyaluran kredit baru pada Januari 2021 lebih rendah dibandingkan dengan Desember 2020. Hasil survei menunjukkan SBT penyaluran kredit baru pada Januari 2021 sebesar -13,9%, lebih rendah dibandingkan SBT bulan Desember 2020 sebesar 42,8%.

Dari kelompok bank, penurunan penyaluran kredit baru terjadi pada kategori bank umum. Sedangkan, bank umum syariah dan bank pembangunan daerah (BPD) penyaluran kredit baru di Januari 2021 meningkat dengan SBT masing-masing sebesar 60,2% dan 32,6%.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Bank CTBC Indonesia Liliana Tanadi mengungkapkan, lemahnya permintaan di awal tahun ini menjadi faktor sulitnya pertumbuhan kredit di kuartal pertama bisa lebih tinggi dibandingkan akhir tahun lalu. Menurut dia, pada triwulan kedua baru mulai terlihat pertumbuhan yang positif. "Untuk kuartal I, kredit diperkirakan flat dibandingkan Desember 2020, kuartal II pertumbuhan baru positif 3-4%," kata Liliana kepada Investor Daily.

Merujuk survei tersebut, berdasarkan jenis penggunaan, kredit baru yang disalurkan pada Januari 2021 diprioritaskan pada kredit modal kerja dan kredit investasi. Sementara, dari lapangan usahanya, diprioritaskan pada perdagangan besar dan eceran, diikuti oleh industri pengolahan/manufaktur, pertanian, kehutanan, perikanan, serta konstruksi.

Faktor utama yang mempengaruhi menurunnya penyaluran kredit baru pada Januari 2021 adalah rendahnya permintaan pembiayaan dari nasabah. Penyaluran kredit baru diperkirakan kembali meningkat pada Februari 2021, tercermin dari SBT 65,5%.

Penurunan penyaluran kredit baru pada Januari sejalan dengan melambatnya permintaan menurut responden perbankan, dengan SBT 13,6%, lebih rendah dari SBT Desember 2020 sebesar 46,7%. Faktor perlambatan permintaan kredit antara lain karena kebutuhan pembiayaan nasabah, prospek usaha nasabah, dan suku bunga kredit. 

Berdasarkan survei tersebut, kebutuhan pembiayaan korporasi 3 bulan yang akan datang (April 2021) diperkirakan meningkat, terindikasi dari SBT sebesar 27,1% lebih tinggi dari bulan sebelumnya 17,1%. Peningkatan perkiraan kebutuhan pembiayaan terbesar terutama di sektor pertambangan dan penggalian; pertanian, perikanan, dan kehutanan; informasi dan komunikasi; serta real estat. (nid)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN