Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perbankan Nasional. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Perbankan Nasional. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

LPS: Industri Perbankan dalam Kondisi Solid

Gora Kunjana, Rabu, 6 November 2019 | 13:51 WIB

JAKARTA, investor.id - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah menyampaikan bahwa industri perbankan dalam kondisi solid, yang tercermin dari berbagai indikator keuangan yang masih baik.

Halim menyampaikan rata-rata rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan per September 2019 berada di kisaran 23,28% dengan rentang permodalan per kelompok Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) berada pada 22,07-25,37%.

“Risiko kredit industri perbankan terpantau terkendali dengan rata-rata gross Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet sebesar 2,66%, relatif sama dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu,” kata Halim saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu.

Halim Alamsyah. Foto: IST
Halim Alamsyah. Foto: IST

Kemudian, Credit at Risk atau NPL ditambah kredit restrukturisasi industri perbankan cenderung meningkat 9,2% pada Desember 2018 menjadi 10,5% pada September 2019.

Selain itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) atau rasio antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari berbagai sumber cenderung stabil dari 93,39% pada September 2018, menjadi 93,76% pada September 2019.

“Angka LDR menunjukkan bahwa kegiatan intermediasi perbankan tetap tumbuh dengan baik,” ujar Halim.

Halim menambahkan secara umum kondisi stabilitas sistem keuangan dan perbankan dari perspektif LPS berada dalam kondisi stabil dan tetap terkendali.

Menurut Halim, ekonomi Indonesia diperkirakan masih tetap tumbuh dengan kondisi stabilitas sistem keuangan yang terkendali.

“Namun demikian, adanya ketidakpastian global dan munculnya beberapa risiko seperti kondisi defisit neraca transaksi berjalan, risiko perlambatan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), dan peningkatan credit at risk atau kualitas aset, masih perlu tetap diwaspadai,” ujar Halim.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA