Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
LPS. Foto ilustrasi: Majalah Investor/Uthan A Rachim

LPS. Foto ilustrasi: Majalah Investor/Uthan A Rachim

LPS Tahan Bunga Penjaminan 6,5%

Nida Sahara, Minggu, 3 November 2019 | 10:16 WIB

JAKARTA, investor.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melakukan evaluasi tingkat bunga penjaminan setelah Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan bunga acuan pada Oktober menjadi 5%. LPS tidak mengubah tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah bank umum 6,5%, valas 2%, dan bunga penjaminan rupiah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 9,5%.

Sekretaris LPS Muhamad Yusron mengatakan, tingkat bunga penjaminan tersebut tidak berubah untuk periode 26 September 2019 sampai dengan 24 Januari 2020.

Menurut dia, tingkat bunga penjaminan tersebut saat ini dipandang masih sejalan dengan perkembangan suku bunga simpanan bank benchmark yang mulai menurun secara bertahap pasca penurunan suku bunga kebijakan moneter.

"Serta prospek likuiditas perbankan yang relatif membaik. Selanjutnya LPS akan melakukan evaluasi serta penyesuaian terhadap kebijakan tingkat bunga penjaminan sesuai dengan perkembangan suku bunga simpanan dan hasil asesmen atas perkembangan kondisi ekonomi makro, stabilitas sistem keuangan serta likuiditas," jelas Yusron dalam keterangan tertulis, Jumat (1/11).

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin. Dengan demikian, perbankan nasional diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku.

"Dan maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan," lanjut Yusron.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana.

Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan. Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia (BI), serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelumnya, Kepala Divisi Analisis Stabilitas Sistem Keuangan LPS Ahmad Subhan Irani mengungkapkan, LPS masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga penjaminan apabila BI juga kembali menurunkan bunga acuan di akhir tahun ini.

"Tentu kami pertimbangkan, karena LPS itu sifatnya bunga yang lagging, follow the market, ketika market sudah merespon baru kami lakukan penyesuaian. Tentu peluang penurunan itu selalu ada, kami selalu rutin lakukan evaluasi pada Januari, Mei dan September, tapi tidak tertutup kemungkinan di tengah periode itu kami bisa lakukan penyesuaian," terang Subhan.

Subhan mengungkapkan, pihaknya masih akan mempertimbangkan kebijakan dari bank sentral tersebut untuk dijadikan masukan LPS dalam menyesuaikan tingkat bunga penjaminan. Pihaknya menjelaskan, dalam satu tahun LPS melakukan review tiga kali, namun jika dinilai memungkinkan pihaknya juga akan melakukan penyesuaian tingkat bunga penjaminan di luar periode Januari, Mei dan September tiap tahunnya.

"Contohnya, di Juli lalu kami turunkan bunga penjaminan, kemudian September yang memang jadwal kami, kami juga turunkan. Bisa jadi sebelum Januari nanti kalau kami lihat suku bunga bank itu memang sudah turun, kami juga akan sesuaikan bunga penjaminan," papar Subhan.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA