Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum  Asbisindo & Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Toni E.B. Subari.  Perbankan syariah  dapat bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19.

Ketua Umum Asbisindo & Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Toni E.B. Subari. Perbankan syariah dapat bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19.

Mandiri Syariah: Literasi dan Digitalisasi Kunci Perkembangan Perbankan Syariah

Jumat, 25 September 2020 | 12:18 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi perbankan syariah.  Komitmen tersebut sebagai salah satu upaya mendukung perkembangan perbankan syariah di Indonesia, selain terus mengembangkan inovasi layanan dan produk digital.

Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Toni E.B. Subari mengungkapkan, keuangan dan perbankan syariah terbukti dapat bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19. Ini membuktikan bahwa perbankan syariah bisa menjadi penopang ekonomi nasional bersama dengan perbankan konvensional.

Toni yang juga Direktur Utama Mandiri Syariah menuturkan, saat ini perbankan syariah masih memiliki potensi yang lebih besar di Indonesia. Indeks literasi bank syariah sebesar 8,11%, sedangkan indeks inklusi sebesar 11,06%. Sementara itu, indeks literasi bank nasional sebesar 29,66%, sedangkan indeks inklusi 67,82%. Di sisi lain, market share perbankan syariah terus menunjukkan peningkatan, yakni dari sebesar 5,78% pada 2017 menjadi 6,18% pada Juni 2020. 

Karena itu, peningkatan literasi perbankan syariah menjadi tantangan bagi Mandiri Syariah di masa pandemi ini. Peningkatan literasi ini diharapkan akan berbanding lurus dengan inklusi perbankan syariah kedepannya.

"Satu kuncian yang saat ini menjadi semakin penting adalah digitalisasi perbankan syariah. Kondisi pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk berinovasi sekaligus mengoptimalkan teknologi digital. Apalagi saat ini, platform perbankan digital menjadi channel utama untuk nasabah bertransaksi sehari-hari," kata Toni dalam webinar, Jumat (25/9).

Usia perbankan syariah, jelas Toni yang juga Direktur Utama Mandiri Syariah, masih relatif muda, dan memiliki potensi yang sangat besar mengingat Indonesia memiliki penduduk muslim yang sangat besar. Menurut dia, intinya adalah penguatan SDM, penguatan kemampuan untuk menarik investasi atau modal di market, penguatan teknologi sebagi core banking dan tentu saja literasi yang lebih mendalam ke pasar.

Toni mengatakan, perbankan syariah di Indonesia saat ini terus berkembang dan menunjukkan pertumbuhan. Hal ini tercermin dari persentase pertumbuhan perbankan syariah, baik dari aset, pembiayaan, maupun DPK, lebih tinggi dari perbankan konvensional maupun perbankan nasional. 

Sejalan dengan penjelasan Toni, Direktur IT, Operations & Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii menyampaikan bahwa Mandiri Syariah terus menjalankan proses digitalisasi produk dengan fokus kepada customer (customer centric) untuk memenuhi kebutuhan nasabah terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19. 

“Kami gencar melakukan transformasi layanan digital dan mengimplementasikan dalam aplikasi Mandiri Syariah Mobile, Net Banking maupun layanan digital branch. Fokus Mandiri Syariah adalah memberikan solusi dan kemudahan bagi nasabah. Layanan seperti buka rekening online, tarik tunai tanpa kartu ATM, layanan interaktif virtual Aisyah yang dapat diakses 24/7 adalah layanan digital yang baru dimiliki Mandiri Syariah hingga saat ini,” pungkas Achmad Syafii.

Lebih lanjut, Toni menambahkan, selain digitalisasi, kunci dari perkembangan perbankan syariah adalah bagaimana masing-masing bank syariah bisa berfokus pada strategi yang customer-centric. 

Pasalnya, perseroan telah membuktikan bahwa digitalisasi dan fokus customer-centric bisa menopang kinerja, terlebih pada saat pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung.  

"Fokus strategi customer-centric dan terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan tentu berijtihad dengan tetap mengikuti Maqashid Syariah," kata Toni.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN