Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wimboh Santoso. Foto: IST

Wimboh Santoso. Foto: IST

OJK: Likuiditas Bank Terjaga

Triyan Pangastuti/Nida Sahara, Selasa, 30 Juni 2020 | 11:45 WIB

JAKARTA, investor.id - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, kondisi perbankan dan likuiditas masih terjaga baik. Hal ini didukung oleh stimulus moneter Bank Indonesia dengan menurunkan giro wajib minimum (GWM) cukup besar.

Meski demikian, sudah ada bank yang kredit bermasalahnya (NPL) meningkat.

“Ini sudah diprediksikan sejak semula. Peningkatan NPL menunjukkan beberapa sektor sudah mulai kena imbas Covid-19,” kata dia.

Kinerja bank BUMN
Kinerja bank BUMN

Wimboh menekankan, perbankan harus mulai memberikan kredit ke debitur yang sudah menempuh restrukturisasi. Dalam hal ini, OJK ingin mengetahui dan memantau perkembangan rencana bisnis masing-masing bank hingga Desember.

“Kami sambut baik langkah Menkeu menempatkan dana di bank Himbara, walaupun likuiditas Himbara melimpah. Ini merupakan bentuk perhatian dan dorongan agar perbankan lebih agresif dalam mempercepat proses pemberian kredit,” kata Wimboh.

Pada bagian lain, Menkeu Sri Mulyani juga menyebut dana pemerintah yang ditempatkan dalam rekening kas Bank Indonesia mencapai Rp 300-400 triliun.

Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST
Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

“Uang negara yang ada di BI di atas Rp 300 triliun, bahkan kadang-kadang bisa mencapai Rp 400 triliun, dengan suku bunga yang diatur oleh kami dan BI,” ungkap Sri Mulyani.

Ia mengatakan, proses pengalihan dana pemerintah di BI ke Bank Himbara sudah mendapatkan izin dari Bank Indonesia, yang bertujuan mendukung percepatan pemulihan ekonomi dan mendorong sektor riil. Pencairan dana Rp 30 triliun tersebut sudah dilakukan pada 25 Juni. (hg)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN