Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wimboh Santoso, ketua DK OJK. Sumber; BSTV

Wimboh Santoso, ketua DK OJK. Sumber; BSTV

OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga

Hari Gunarto, Kamis, 31 Oktober 2019 | 11:11 WIB

JAKARTA -- Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menegaskan bahwa kondisi stabilitas sektor jasa keuangan hingga pekan keempat Oktober dalam kondisi terjaga di tengah perlambatan pertumbuhan perekonomian global. Intermediasi sektor jasa keuangan tercatat membukukan perkembangan yang stabil dengan profil risiko yang terkendali.

Data September menunjukkan CAR perbankan sebesar 23,38 %, Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa 667,47 %, RBC asuransi umum 321,4 % dengan gearing ratio perusahaan pembiayaan 2,72 kali. Risiko kredit dan pembiayaan juga terjaga dengan NPL gross 2,66 % dan NPL nett 1,15 %. NPF gross 2,66 % dan NPF nett 0,55 %.

Kredit perbankan sampai September mencapai Rp5.524,19 triliun atau tumbuh 7,89 % (yoy), antara lain ditopang kredit infrastruktur Rp777,89 triliun (16,67 %/yoy), kredit pariwisata Rp131,56 triliun (7,35 %/yoy), kredit pengolahan Rp917,46 triliun (5,54 %/yoy), kredit perikanan kelautan Rp93,22 triliun (0,07 %/yoy) dan kredit perumahan Rp512,8 triliun (9,99 %/yoy).

Sementara Dana Pihak Ketiga perbankan mencapai Rp5.891,92 triliun atau tumbuh 7,4 % (yoy). Penghimpunan dana di Pasar Modal mencapai Rp140,3 triliun dengan jumlah IPO sebanyak 40 perusahaan.

“Dinamika perekonomian global pasti berdampak ke Indonesia termasuk sektor jasa keuangan dan sektor riil. Untuk itu diperlukan sinergi yang kuat dalam membangun sektor prioritas pemerintah. Sektor jasa keuangan juga masih memiliki ruang permodalan untuk mendorong perekonomian nasional,” kata Wimboh.

Menurutnya diperlukan strategi dalam menguatkan stabilitas sektor jasa keuangan di tengah pelemahan ekonomi global antara lain dengan meningkatkan permodalan, likuiditas, dan Cadangan Kerugian Penilaian Nilai (CKPN), kemudian membangun kepercayaan pasar, mendorong mesin baru penggerak sektor riil dan mengembangkan sektor berefek bergulir seperti pariwisata, industri ekspor dan subsititusi impor.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA