Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam media briefng Rabu pagi (29/4/2020). Sumber: BSTV

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam media briefng Rabu pagi (29/4/2020). Sumber: BSTV

Oktober 2020, Kredit Perbankan Kontraksi 0,47%

Kamis, 19 November 2020 | 15:58 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja intermediasi industri perbankan masih melanjutkan pelemahan akibat lemahnya permintaan domestik. Hingga Oktober 2020, pertumbuhan kredit perbankan mengalami kontraksi atau tumbuh minus 0,47% secara tahunan (year on year/yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, sampai dengan kuartal ketiga tahun ini, kredit masih tumbuh positif 0,12% (yoy) dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 12,88% (yoy). Namun, pada Oktober 2020 kinerja perbankan mengalami penurunan.

"Dari perkembangan terkini menunjukkan, kredit perbankan terkontraksi -0,47% pada Oktober 2020, sedangkan DPK tumbuh 12,12% (yoy)," kata Perry dalam pengumuman hasil rapat dewan gubernur (RDG) BI bulanan cakupan triwulanan, Kamis (19/11).

Perry mencatat, ketahanan keuangan terjaga walaupun lemahnya fungsi intermediasi perbankan. Tercermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan kuartal III yang tetap tinggi, sebesar 23,41%, dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross 3,15% dan NPL net 1,07%.

"Namun demikian, fungsi intermediasi masih lemah sejalan permintaan domestik belum kuat dan kehati-hatian bank dalam menyalurkan kredit. Ke depan, intermediasi perbankan akan membaik sejalan dengan prospek ekonomi nasional," terang Perry.

BI juga menurunkan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate (7DRRR) menjadi 3,75% atau dipangkas 25 basis poin (bps) dari sebelumnya 4%.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN