Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perbankan Nasional

Perbankan Nasional

Pasca-Lebaran, DPK Perbankan akan Meningkat

Nida Sahara, Selasa, 11 Juni 2019 | 12:42 WIB

JAKARTA – Kalangan bankir menilai penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) akan kembali meningkat sekitar 10-14 hari pasca-Lebaran, setelah ditarik oleh nasabah untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan dan Lebaran.

Sementara itu, berdasarkan data Analisis Uang Beredar periode April 2019 yang dipublikasi Bank Indonesia (BI), penghimpunan DPK industri perbankan mencapai Rp 5.445,9 triliun atau tumbuh 5,9% secara tahunan (year on year/yoy). Meski demikian, pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (Maret) yang sebesar 6,3% (yoy).

Perlambatan pertumbuhan DPK tersebut utamanya terjadi pada giro valuta asing (valas) dan simpanan berjangka (deposito) yang masing-masing tumbuh dari 3,1% (yoy) dan 7,4% (yoy) pada Maret 2019, menjadi minus 2,4% (yoy) dan 6,6% (yoy) per April 2019.

Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Panji Irawan mengatakan, pihaknya memang sudah menyiapkan dana untuk kebutuhan Lebaran, karena akan ada penarikan uang kartal dari masyarakat untuk kebutuhan Lebaran. "Makanya kami mengamankan kebutuhan untuk Lebaran dulu, karena nanti likuiditas kurang. Pada masa Lebaran itu, uang dipakai deposan untuk pulang kampung dulu, ditukar uang kartal. Tapi biasanya 10-14 hari kemudian uangnya pulang, pasti uang-uang di bank-bank akan nambah lagi setelah Lebaran," kata Panji kepada Investor Daily, pekan lalu.

Menurut dia, setelah 10-14 hari uang akan kembali disimpan di bank. Dengan demikian, hal tersebut akan meningkatkan DPK perbankan secara keseluruhan pada kuartal II-2019. "Tumbuh sih masih tumbuh (pada kuartal kedua), karena masih ada bulan Juni. Pada Mei saja dipakai buat pulang kampung, masih growing seperti kisaran kuartal I," lanjut Panji.

Adapun dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri pada kuartal I-2019 mencapai Rp 827,8 triliun atau meningkat 7,6% (yoy). Panji menambahkan, jika tanggal 10 Juni 2019 aktivitas kantor mulai berjalan, sekitar 10 hari kemudian likuiditas bank mulai kembali normal. "Likuiditas akan balik lagi, uang akan pulang lagi nanti, misalnya tanggal 10 Juni ini mulai masuk kerja, baru kelihatan nanti tanggal 20 Juni sudah normal uang kembali ke bank," terang Panji.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN