Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Mandiri. Foto: SP/RUTH SEMIONO

Bank Mandiri. Foto: SP/RUTH SEMIONO

Perbankan Harapkan Permintaan Kredit Kuartal IV Membaik

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 21:19 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rully Setiawan berharap permintaan kredit pada kuartal IV-2020 lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya, mengingat banyak pemda yang sudah menerapkan kebijakan PSBB transisi dan menjaga implementasi protokol kesehatan.

Permintaan kredit baru
Permintaan kredit baru

“Dengan adanya relaksasi PSBB, ekonomi di beberapa wilayah Indonesia diharapkan mulai bergulir. Faktor pendorong lainnya yaitu realisasi anggaran belanja daerah yang pada kuartal IV bakal meningkat, terutama menjelang diselenggarakannya pilkada Desember,” tutur dia di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Rully Setiawan
Rully Setiawan

Menurut Rully, dalam tiga bulan terakhir, sejumlah sektor mulai menunjukkan pemulihan (recovery). Dengan begitu, permintaan terhadap kredit diharapkan juga meningkat.

“Sektor yang diperkirakan mulai pulih antara lain sektor ritel serta sektor-sektor yang terkait logistik dan kebutuhan pokok, seperti makanan dan minuman,” jelas dia.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)

Dirut BTN, Pahala Mansury menjelaskan, pada kuartal IV- 2020 pihaknya belum dapat memastikan prospek pertumbuhan kredit. Soalnya, terdapat tantangan yang dihadapi perbankan, khususnya BTN, yakni hari libur yang banyak pada pengujung tahun.

“Perkiraan kami mungkin kuartal IV akan tumbuh 2-3% (yoy). Yang menjadi tantangan adalah hari libur pada kuartal IV sangat banyak, mungkin akan jadi tantangan tersendiri,” tutur Pahala.

Wakil Dirut Bank Victoria International
Wakil Dirut Bank Victoria International

Wakil Dirut Bank Victoria International, Rusli memperkirakan pertumbuhan kredit pada kuartal IV tahun ini tidak akan meningkat signifikan. Penyebabnya, selain karena permintaan kredit dari sektor riil masih sepi, perbankan tidak bisa memaksakan menyalurkan kredit jika pengusaha tidak membutuhkannya.

“Kredit tahun ini pertumbuhannya tidak akan signifikan. Kalau bisa mempertahankan posisi saat ini sudah cukup bagus, karena demand tidak ada. Bukan masalah supply, karena injeksi likuiditas dari BI juga sudah besar. Ini lebih lebih karena permintaan yang sepi, sehingga kredit tidak bisa tumbuh tinggi,” papar Rusli.

Menurut dia, tahun ini kredit Bank Victoria diperkirakan tumbuh flat karena perseroan masih fokus menjaga kualitas kreditnya.

“Kami berada dalam industri yang belum pernah mengalami pandemi seperti ini. Jadi, pertumbuhan kredit perbankan kemungkinan flat sampai akhir tahun, bahkan ada yang memproyeksikan negative growth karena tidak ada demand kredit,” ujar Rusli. (az)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN