Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tokoh Syariah 2019. Wakil Ketua BPH DSN-MUI Prof. Dr. H. Faturrahman Djamil, M.A. (dua dari kiri), Ketua Dewan Juri Best Syariah 2019 Adiwarman Karim (dua dari kanan), Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kiri), Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan (kanan) bersama Tokoh Syariah 2019: Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A (tiga dari kiri) dan Dian Masyita, Ph.D, saat Investor Award

Tokoh Syariah 2019. Wakil Ketua BPH DSN-MUI Prof. Dr. H. Faturrahman Djamil, M.A. (dua dari kiri), Ketua Dewan Juri Best Syariah 2019 Adiwarman Karim (dua dari kanan), Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kiri), Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan (kanan) bersama Tokoh Syariah 2019: Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A (tiga dari kiri) dan Dian Masyita, Ph.D, saat Investor Award "Best Syariah 2019", Jakarta, Kamis (22/8/2019). Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

SDM Unggul di Industri Keuangan Syariah Masih Terbatas

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 10:15 WIB

 

Sumber daya manusia (SDM) unggul di industri keuangan syariah masih terbatas. Hal ni menjadi salah satu kendala dalam pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia.


Terbatasnya SDM unggul di industri keuangan syariah ini dibenarkan oleh Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr Yunahar Ilyas Lc MA. Dicontohkan, saat ini banyak ahli keuangan syariah harus merangkap jabatan sebagai pengawas di banyak perusahaan syariah karena keterbatasan itu. "Mereka harus merangkap sebagai DPS (Dewan Pengawas Syariah) di banyak perusahaan. Tapi, sekarang OJK sudah membatasi satu orang hanya boleh merangkap menjadi pengawas di lima perusahaan," ujar Yunahar Ilyas kepada investor.id, di sela acara Best Syariah Award 2019, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (22/8)  


Keterbatasan SDM yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang keuangan syariah memang membuat banyak perusahaan kesulitan dalam merekrut tenaga ahli dan profesional. Sudah menjadi rahasia umumwas bahwa orang-orang yang direkrut di bisnis syariah itu orang-orang yang berpengalaman di bisnis konvensional. Misalnya, direktur atau direktur utama yang sudah pensiun dari perusahaan konvensional, kemudian dipanggil kembali untuk bekerja di perusahaan berbasis syariah. Akibatnya, dalam praktek, mereka terkadang sulit melakukan inovasi. Padahal, dalam persaingan dengan bisnis konvensional diperlukan inovasi dan kreativitas agar konsumen tertarik untuk menggunakan produk dan layanan syariah.


Seiring dengan waktu, jumlah institusi dan produk keuangan berbasis syariah terus bertambah di Indonesia. Di perbankan, terdapat 14 bank syariah dan 20 unit usaha syariah. Di asuransi, terdapat 13 asuransi syariah dan 41 cabang asuransi syariah. Di multifinance, terdapat 4 multifinance syariah dan 31 unit usaha syariah. Makin banyak jumlah perusahaan dan produk yang berbasis syariah, maka kebutuhan SDM di bidang keuangan syariah juga akan meningkat.

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA