Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja

Semester I, BCA Raup Laba Rp 14,5 Triliun

Kamis, 22 Juli 2021 | 18:53 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak hingga akhir semester I-2021 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 14,5 triliun atau tumbuh 18,1% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan yang cukup tinggi tersebut lebih karena basis perbandingan laba yang lebih rendah pada kuartal II-2020, yang dipengaruhi oleh tingginya tingkat biaya kredit (cost of credit) saat awal pandemi Covid-19. Sebagai catatan, biaya cadangan pada kuartal II-2020 32,4% lebih besar dibandingkan dengan kuartal II-2021.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengakui, pertumbuhan laba yang cukup signifikan tersebut juga memang lebih karena ada koreksi pada tahun lalu.

Dia menjelaskan, pada kuartal I-2020, pandemi Covid-19 memang belum memberikan dampak kepada kinerja perseroan, sehingga profitabilitas perseroan pada periode tersebut tercatat masih relatif baik.

Namun, pandemi mulai berdampak pada periode April dan Mei. Ketika perusahaan belum siap menghadapi pandemi, sehingga bisnis drop pada kuartal II-dan berdampak pada kinerja laba perseroan saat itu.

"Meski demikian, kami melaporkan performa BCA solid pada semester I-2021. Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan regulator atas dukungan yang luar biasa, dan tentunya kepada seluruh nasabah setia yang selalu menginspirasi kami untuk memberikan pelayanan yang berkualitas," kata Jahja dalam paparan kinerja BCA Semester I-2021 yang digelar secara virtual, Kamis (22/7).

Hingga Juni 2021, pihaknya melihat beberapa sektor ekonomi mulai bertumbuh. Perseroan juga melihat adanya peningkatan permintaan atas KPR selama pelaksanaan BCA Online Expoversary yang diselenggarakan pada Maret 2021.

"Dalam beberapa waktu kedepan, kami akan mencermati dinamika situasi, khususnya selama periode Kebijakan PPKM yang ditetapkan pemerintah sebagai respon pengendalian lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini," ujar Jahja.

Adapun per Juni 2021, total kredit stabil di angka Rp 593,6 triliun pada Juni 2021 yang didukung oleh segmen korporasi, KPR, dan kartu kredit. Sedangkan kinerja dana pihak ketiga (DPK) tetap kokoh, dimana CASA naik 21,0% (yoy) menjadi Rp 697,1 triliun. Deposito berjangka meningkat 6,8% (yoy) mencapai Rp 198,2 triliun.

Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga tumbuh 17,5% dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 895,2 triliun, sehingga mendorong total aset naik 15,8% (yoy) menjadi Rp 1.129,5 triliun di akhir Juni 2021.

Adapun dari sisi permodalan BCA tetap berada di posisi yang kokoh dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 25,3%, lebih tinggi dari ketentuan regulator, serta kondisi likuiditas yang memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 62,4%.

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga sebesar 2,4% didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi. Pengelolaan loan at risk akan menjadi salah satu fokus BCA pada semester II tahun ini, mengingat pandemi yang diperkirakan masih akan berlanjut.

Sebagai tambahan, rasio pengembalian terhadap aset (return on asset/ROA) tercatat sebesar 3,1%, dan rasio pengembalian terhadap ekuitas (return on equity/ROE) sebesar 16,6%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN