Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam pemaparan kinerja keuangan semester I tahun 2019 di Jakarta, Rabu (14/8). BRI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 16,16 triliun, tumbuh 8,19% secara tahunan (year on year/yoy). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Jajaran direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam pemaparan kinerja keuangan semester I tahun 2019 di Jakarta, Rabu (14/8). BRI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 16,16 triliun, tumbuh 8,19% secara tahunan (year on year/yoy). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Semester I, Laba Bersih BRI Rp 16,16 Triliun

Nida Sahara, Rabu, 14 Agustus 2019 | 13:59 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 16,16 triliun per semester pertama 2019, tumbuh 8,19% secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Utama BRI Suprajarto menjelaskan, pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh meningkatnya portofolio penyaluran kredit ke segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hingga akhir Juni 2019, BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 888,32 triliun, tumbuh 11,84% dibandingkan penyaluran pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Penyaluran kredit didominasi ke segmen UMKM yaitu sebesar 76,72% atau senilai Rp 681,50 triliun. Penyaluran kredit UMKM BRI untuk triwulan II/2019 tercatat tumbuh 13% (yoy)," ungkap Suprajarto di Jakarta, Rabu (14/8).

Sementara itu, total kredit yang disalurkan perseroan sebesar Rp 888,32 triliun, tumbuh 11,84% dibandingkan dengan semester I-2019 sebesar Rp 794,30 triliun.

Suprajarto mengatakan, pencapaian tersebut selaras dengan strategi perseroan yang terus memperbesar porsi penyaluran kredit ke segmen UMKM. “Secara konsisten perseroan meningkatkan komposisi kredit UMKM dibandingkan dengan kredit korporasi, dan kami targetkan di tahun 2022 komposisi penyaluran kredit UMKM BRI mencapai 80% dari total portofolio kredit BRI,” imbuh Suprajarto.

Dalam menjalankan fungsinya sebagai agent of development dalam mendukung program pemerintah, BRI terus melakukan pembiayaan kepada para pelaku UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir Juni 2019, tercatat BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 50,29 triliun kepada lebih dari 1,2 juta debitur.

“Ini setara dengan 57,8% dari target breakdown yang diberikan kepada BRI oleh Pemerintah di tahun 2019 sebesar Rp 86,97 triliun,” tutur Suprajarto.

Tidak hanya pembiayaan, BRI juga turut berperan dalam memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para pelaku UMKM. Sampai pertengahan tahun 2019, pembiayaan BRI mendukung 1,1 juta pelaku UMKM sukses naik kelas. Sekitar 65% dari jumlah tersebut didominasi oleh pelaku UMKM yang mengajukan pembiayaan mikro.

Komitmen BRI untuk terus menggarap segmen UMKM mampu menjadi tulang punggung kinerja perseroan yang positif dan berkelanjutan. Hingga akhir kuartal II-2019, secara konsolidasian BRI mampu mencetak laba Rp 16,16 triliun atau tumbuh 8,19% dengan aset mencapai Rp 1.288,20 triliun atau tumbuh 11,70%.

Perseroan juga mampu menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 945,05 triliun atau tumbuh 12,78%. Proporsi DPK BRI masih didominasi oleh dana murah (current account saving account/CASA) berupa tabungan dan giro dengan komposisi mencapai 57,35%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN