Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas di kantor cabang Bank Danamon. (ist)

Aktivitas di kantor cabang Bank Danamon. (ist)

Semester I-2020, Laba Operasional Sebelum Provisi Bank Danamon Tumbuh 15%

Kamis, 30 Juli 2020 | 18:08 WIB
Thomas E Harefa (thomas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengumumkan laporan keuangan untuk semester I-2020. Didukung oleh kolaborasi yang kuat dari MUFG, Bank Danamon mencatat pertumbuhan pada pendapatan operasional dan laba operasional sebelum provisi masing-masing 6% dan 15% dibandingkan setahun yang lalu.

Hal ini didorong oleh pertumbuhan 16% pada kredit di segmen enterprise banking dan pertumbuhan 18% pada fee based income, jika dibandingkan setahun sebelumnya. Sementara itu, rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio) berada pada 46%, membaik 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, pada semester pertama tahun ini, Bank Danamon berhasil memperkuat pendanaan yang ditunjukkan oleh pertumbuhan 14% dibandingkan tahun sebelumnya pada giro dan tabungan (current account and savings account/CASA) menjadi Rp 62,1 triliun, sehingga rasio CASA meningkat menjadi 53,2% dari 46,4% pada periode yang sama tahun lalu. Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 845 miliar pada semester I-2020.

Direktur Utama Bank Danamon Yasushi Itagaki menjelaskan, selama masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya memastikan nasabah dapat terus menikmati layanan Bank Danamon dan tetap menerapkan protokol kesehatan serta langkah-langkah pencegahan lainnya. Di tengah kondisi yang menantang ini, perseroan juga telah memperkokoh pondasi dengan likuiditas yang stabil dan komposisi pendanaan yang lebih sehat, diperkuat oleh tingkat permodalan yang tinggi dan mampu membawa Bank Danamon menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV, serta siap menghadapi tantangan ekonomi.

“Kami akan terus memanfaatkan pondasi kuat ini dan sinergi dengan MUFG dalam perjalanan mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, sembari bersiap untuk kondisi ekonomi kembali pulih,” kata Yasushi Itagaki dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020).

Data kinerja keuangan perseroan menunjukkan, kredit di segmen enterprise banking yang terdiri atas segmen perbankan korporasi, perbankan komersial, dan institusi keuangan atau EB & FI naik 16% menjadi Rp 51,2 triliun, pertumbuhan ini didukung oleh kolaborasi dengan MUFG. Segmen perbankan usaha kecil menengah (UKM) dan kredit consumer mortgage masing-masing sebesar Rp 27,3 triliun dan Rp 8,7 triliun pada akhir Juni 2020.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatat pembiayaan total sebesar Rp 50,4 triliun pada semester pertama tahun ini, di tengah perlambatan pada industri otomotif. Total portofolio kredit dan trade finance tercatat sebesar Rp 142,7 triliun pada akhir Juni 2020.

 

Kualitas Aset

Bank Danamon menjaga penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan kualitas aset melalui pelaksanaan prosedur penilaian risiko, serta proses collection dan recovery kredit yang disiplin. Rasio kredit bermasalah atau NPL pada akhir semester I-2020 di posisi 4,1%. Bank Danamon terus menjaga pencadangan yang cukup dan pada saat yang sama membantu nasabah yang terkena dampak Covid-19 melalui restrukturisasi kredit.

Sementara itu, pendapatan komisi atau fee income perseroan tumbuh 18% dibandingkan setahun sebelumnya menjadi Rp 1,96 triliun. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan dari bancassurance dan jasa wealth management, serta keuntungan kegiatan treasuri melalui perdagangan marketable securities dan valuta asing yang tumbuh 134%.

 

Likuiditas dan Permodalan

Sementara itu, Bank Danamon juga fokus terhadap pendanaan granular yang ditunjukkan dengan pertumbuhan 19% pada giro dan tabungan (CASA) dan TD regular. CASA naik 14% menjadi Rp 62 triliun, dengan demikian CASA mencakup lebih dari setengah total dana pihak ketiga (DPK) Bank Danamon dengan rasio CASA sebesar 53,2%. Rasio intermediasi makroprudensial (RIM) atau macroprudential intermediation ratio pada posisi 95,1% pada akhir semester pertama 2020 sejalan dengan target likuiditas yang ditetapkan manajemen.

Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terkuat di kelasnya setelah penetapan status sebagai BUKU IV. CAR konsolidasian tercatat pada 23,4 % pada akhir Juni 2020.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN