Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah melakukan transaksi di sebuah bank di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Nasabah melakukan transaksi di sebuah bank di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Survei BI: Kredit Kuartal III-2020 Membaik

Jumat, 16 Oktober 2020 | 13:48 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id- Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan pertumbuhan kuartalan   (quarter to quarer/qtq) kredit baru pada kuartal  III-2020 membaik  dibandingkan kuartal sebelumnya.

Peningkatan itu, menurut Kepala Departemen Komunikasi/Direktur Eksekutif BI Onny Widjanarko, tercermin pada Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru yang mencapai 50,6%.

"Angka itu lebih baik dibandingkan minus 33,9% pada kuartal  sebelumnya, meski lebih rendah dibandingkan 68,3% pada kuartal  III-2019," tutur Onny Widjanarko dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (16/10).

Dia menjelaskan, peningkatan pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit. Peningkatan paling besar terjadi pada jenis kredit modal kerja yang terindikasi dari SBT yang lebih baik pada kuartal III-2020 menjadi 68,1% dibanding minus 19,5% pada kuartal  sebelumnya.

Onny mengungkapkan, pertumbuhan kredit investasi dan kredit konsumsi juga terindikasi mengalami perbaikan. Hal itu ditunjukkan oleh SBT yang membaik masing-masing dari minus 75,1% dan minus 68,6% menjadi 28,6% dan 42,7%.

Membaiknya penyaluran kredit konsumsi, kata Onny Widjanarko, terutama terjadi untuk jenis kredit pemilikan rumah/kredit pemilikan apartemen (KPR/KPA) dan kredit tanpa agunan.

"Secara sektoral, meningkatnya SBT pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh sektor. SBT paling tinggi terjadi pada sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan, serta sektor listrik, gas, dan air," papar dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN