Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Bukopin Tbk. (ist)

PT Bank Bukopin Tbk. (ist)

TRASFORMASI TETAP BERLANJUT

Terkait Putusan PTUN Bosowa, Bukopin Lanjutkan Proses Hukum Banding

Selasa, 19 Januari 2021 | 17:22 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) akan mengajukan banding terkait keputsan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang mengabulkan permohonan PT Bosowa Corporindo terkait penetapan pemegang saham pengendali perseroan. Meski demikian, perseroan tetap konsisten melanjutkan transformasi bisnis.

Rivan A Purwantono, Dirut Bank Bukopin dalam Special Dialogue Beritasatu TV, Jumat (10/7/2020). Sumber: BSTV
Rivan A Purwantono, Dirut Bank Bukopin dalam Special Dialogue Beritasatu TV, Jumat (10/7/2020). Sumber: BSTV

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan Purwantono mengatakan, Bank Bukopin konsisten melanjutkan proses transformasi yang telah dilaksanakan sejak September 2020 hingga memasuki paruh kedua Januari 2021. Transformasi ini bertujuan untuk mejaga dukungan pemegang saham, kepercayaan nasabah, serta menjaga confident level yang tinggi dalam meyakinkan masyarakat terhadap perseroan tahun 2021.

“Kami menghormati putusan PTUN. Sejak awal kami selalu berkoordinasi dengan OJK dan kuasa hukum. Senada dengan OJK, kami juga akan melanjutkan proses hukum melalui banding,” ujarnya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Selasa (19/1).

Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Tata Usana Negara (PTUN) Jakarta disebutkan, Majelis Hakim PTUN mengabulkan gugatan PT Bosowa Corporindo terhadap OJK mengenai Keputusan Dewan Komisioner (KDK) Nomor 64/KDK.03/2020 dengan nomor perkara 178/G/2020/PTUN.JKT.

Tidak Ada Perubahan

Dia menambahkan, operasional Bank Bukopin tetap berjalan seperti biasanya dan tidak ada ada perubahan di kepemilikan saham Bank Bukopin setelah keputusan tersebut. “Hingga kini, komposisi saham masih sama, yaitu KB Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) dengan kepemilikan 67%. Selain itu, negara RI sebesar 3,18%. Kami juga sudah menerima salinan PP, yang mengesahkan perubahan kepemilikan pemerintah setelah beberapa aksi korporasi untuk pengutan fundamental perseroan,” terangnya.

Perubahan kepemilikan saham tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 77 tahun 2020 perihal Perubahan Struktur Kepemilikan Saham Negara Melalui Penerbitan dan Penjualan Saham Baru Pada PT Bank Bukopin Tbk yang diterbitkan pada 29 Desember 2020.

Sejak perubahan pemegang saham pengendali tersebut, Riva mengatakan, harga saham BBKP bertahap naik hingga pekan kedua Januari 2021. Bahkan, saham BBKP mencapai harga tertinggi Rp 845 sebelum terkoreksi sesuai dinamika pasar saham. “Kenaikan harga ini sebagai bukti peningkatan kepercayaan publik dan investor terhadap Bukopin,” terangnya.

Transformasi tersebut juga berimbas terhadap peningkatan jumlah pemegang saham ritel perseroan dalam beberapa bulan terakhir. Pihaknya mencatat peningkatan jumlah pemegang saham ritel BBKP hingga 3 kali lipad pada Desember 2020. “Hal ini menjadi bukti peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Bukopin dan KB sebagai PSP,” terangnya.

Rivan menambahkan, Bukopin telah menetapkan strategi dan arah haluan baru perseroan sejalan dengan misi KB Kookmin Bank untuk membesarkan bank dengan mayoritas bisnis di segmen retail ini. “KB Kookmin Bank sangat serius dalam mendukung perbaikan fundamental Bukopin dan hal ini ditanggapi baik oleh masyarakat. Oleh karena itu, untuk kami bersyukur dan menjadi penyemangat untuk tetap melanjutkan transformasi di tengah pandemi,” jelas Rivan.

Sementara itu, Corporate Secretary Bank Bukopin Meliawati menambahkan, perseroan akan tetap menjalanan rebranding sesuai dengan rencana. “Sejak disetujui RUPS pada 22 Desember 2020 serta Kemenkumham RI atas rencana perubahan nama perseroan, kami terus melanjutkan proses rebranding. Saat ini, dokumen permohonan persetujuan proses ini sedang ditelaah oleh OJK,” terangnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN