Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah melakukan pelayanan transaksi perbankan di kantor cabang BRI Agro, Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Nasabah melakukan pelayanan transaksi perbankan di kantor cabang BRI Agro, Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Uang Beredar Meningkat, Kredit Mei Hanya Tumbuh 2,4%

Abdul Aziz, Selasa, 30 Juni 2020 | 12:16 WIB

JAKARTA, Investor.id - Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp 6.468,2 triliun pada Mei 2020, tumbuh 10,4% secara tahunan (year on year/yoy) dan tumbuh 8,6% dibandingkan bulan sebelumnya (yoy). Bersamaan dengan itu, penyaluran kredit pada Mei 2020 tumbuh 2,4% (yoy), melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,1% (yoy).

“Akselerasi pertumbuhan M2 disebabkan peningkatan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham,” kata Kepala Departemen Komunikasi - Direktur Eksekutif Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (30/6).

Onny menjelaskan, pertumbuhan M1 naik dari 8,4% (yoy) pada April 2020 menjadi 9,7% (yoy) pada Mei 2020 akibat meningkatnya giro rupiah. Selain itu, pertumbuhan uang kuasi tercatat sebesar 10,5% (yoy) pada Mei 2020, meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya 8,5% (yoy).

“Surat berharga selain saham juga tumbuh 37,5% (yoy) pada Mei 2020, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 20,6% (yoy),” tutur dia.

Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, menurut Onny Widjanarko, peningkatan M2 pada Mei 2020 disebabkan naiknya aktiva luar negeri bersih serta ekspansi operasi keuangan pemerintah. Aktiva luar negeri bersih pada Mei 2020 meningkat 18,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada April 2020 sebesar 15,8% (yoy).

Selain itu, kata Onny, keuangan pemerintah mengalami ekspansi sejalan dengan peningkatan tagihan bersih kepada pemerintah pusat dari 1,7% (yoy) pada April 2020 menjadi 11,0% (yoy) pada Mei 2020.

“Di sisi lain, penyaluran kredit pada Mei 2020 tumbuh 2,4% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,1% (yoy),” ujar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN