Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

16 Perusahaan akan Rilis Surat Utang Rp 20,8 Triliun

Kamis, 8 April 2021 | 05:55 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, 16 perusahaan akan emisi 20 surat utang atau efek bersifat surat utang dan sukuk (EBUS). Total nilai penerbitan 20 surat utang tersebut mencapai Rp 20,82 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, berdasarkan pipeline per 6 April 2021, terdapat 20 emisi obligasi dan sukuk dengan senilai Rp 20,82 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 emisi dari 6 emiten akan diterbitkan pada April tahun ini. "Hingga akhir April 2021, terdapat 6 perusahaan dengan 7 emisi yang yang akan dicatatkan dengan nilai Rp 6,67 triliun," jelas Nyoman dalam keterangan resmi, Rabu (7/4).

Hingga kuartal I-2021, BEI mencatat sudah ada 19 emisi dengan nilai Rp 20,58 triliun yang tercatat di bursa. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah emisi tersebut meningkat 26,67% dan nilai emisi meningkat 9,23%.

Hingga akhir 2021, Nyoman memperkirakan penerbitan surat utang korporasi akan lebih baik dibandingkan tahun 2020. Hal ini dipengaruhi oleh  penurunan suku bunga dan melonggarnya likuiditas yang mendorong suku bunga terus menurun. "Sampai kuartal I-2021, tingkat bunga 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) masih bertahan pada 3,5%," jelas dia.

Di samping itu, pemulihan ekonomi domestik yang masih berlanjut pada paruh waktu 2021 memberikan iklim positif pada pasar surat utang korporasi. Membaiknya pemulihan ekonomi global, akselerasi program vaksin nasional serta sinergi kebijakan nasional, diperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,3%-5,3%.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, penerbitan surat utang korporasi tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan 2020. Peningkatan emisi ini mengindikasikan dampak dari keberlanjutan pemulihan ekonomi. "Tingkat bunga rendah memberikan kenyamanan dan optimisme bagi perusahaan dalam menerbitkan EBUS setelah sebelumnya tertunda melakukan refinancing," papar dia.

Ditinjau dari likuiditas di pasar modal, jumlah investor terus bertambah. Sampai akhir Maret 2021, jumlah investor pasar modal meningkat 25% dibandingkan 2020 menjadi 4,9 juta investor. Kepercayaan investor memberikan keyakinan bagi korporasi untuk  menerbitkan surat utang di pasar modal dan juga memberikan optimisme bagi investor dalam berinvestasi di surat utang.

Salah satu emiten yang akan menerbitkan surat utang korporasi adalah PT Astra Sedaya Finance. Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 2,5 triliun. Dana dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha perseroan.

Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan V dengan nilai total Rp 10 triliun. Pada 2020, perseroan telah menerbitkan bagian pertama dari obligasi tersebut dengan nilai Rp 1,5 triliun.

Sementara untuk Obligasi Berkelanjutan V Tahap II akan diterbitkan dalam dua tahap. Seri A diterbitkan dengan nilai pokok Rp 891,97 miliar, tingkat bunga 4,85% dan tenor 370 hari. Sementara Seri B diterbitkan dengan nilai pokok Rp 1,6 triliun, tingkat bunga 6,35% dan tenor 36 bulan.

Kemudian, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) yang menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV tahap IV senilai Rp 970 miliar. Perseroan akan menyerap emisi obligasi untuk kebutuhan pelunasan kembali (refinancing) utang anak usaha.

Obligasi teranyar ini ditawarkan dengan tingkat bunga 5,50% per tahun dan jangka waktu 370 hari. Para penjamin emisi obligasi antara lain PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Indo Premier Sekuritas.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN