Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: SP/Ruht Semiono

Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: SP/Ruht Semiono

20 Perusahaan akan Emisi Obligasi Rp 23,38 Triliun

Gita Rossiana, Rabu, 18 Maret 2020 | 21:17 WIB

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia melalui pipeline per 17 Maret 2020 mencatat, sebanyak 20 perusahaan berpeluang menerbitkan obligasi dan sukuk dengan nilai penerbitan Rp 23,38 triliun. Sebanyak 21 penerbitan obligasi dan sukuk dari 20 perusahaan tersebut akan dieksekusi dalam waktu dekat atau sebelum kuartal II-2020 berakhir.

Sementara berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), total penerbitan obligasi dan sukuk sejak Januari hingga Maret 2020 mencapai Rp 21,63 triliun. Nilai tersebut terdiri atas penerbitan obligasi sebesar Rp 19,9 triliun dan sukuk Rp 1,73 triliun.

Dari data tersebut, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menjadi perusahaan yang menerbitkan obligasi dan sukuk dengan nilai terbesar. PLN akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III PLN Tahap VI Tahun 2020 dengan jumlah pokok obligasi senilai Rp 4,81 triliun.

Obligasi PLN diterbitkan dalam lima seri dengan rentang tingkat bunga 7,2-9,05%. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan III PLN dengan target dana sebesar Rp 16 triliun.

Selain menerbitkan obligasi, PLN juga menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III PLN dengan nilai Rp 115,5 miliar. Sukuk diterbitkan dalam empat seri dengan rentang cicilan imbalan ijarah sebesar Rp 280 juta sampai dengan Rp 5,65 miliar. Sukuk merupakan bagian dari Sukuk Ijarah Berkelanjutan III PLN dengan target sisa imbalan ijarah sebesar Rp 4 triliun.

"Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi adalah PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk," tulis manajemen PLN.

Sementara dilihat dari sektor industri, sektor perbankan dan multifinance menjadi perusahaan yang paling banyak menerbitkan obligasi. Belum lama ini, PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) mencatatkan penerbitan obligasi dengan nilai Rp 100 miliar. Kemudian PT Astra Sedaya Finance mencatatkan penerbitan obligasi senilai Rp 2,18 triliun.

Disusul kemudian PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) yang mencatatkan penerbitan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap III dengan nilai Rp 150 miliar. Selanjutnya adalah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang mencatatkan penawaran terbatas Sukuk Mudharabah III dengan nilai Rp 322 miliar.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) juga mencatatkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I dengan nilai Rp 1 triliun. Sementara PT Bank Jabar dan Banten Tbk (BJBR) menerbitkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap I senilai Rp 500 miliar.

Selanjutnya, PT Sinarmas Multifinance yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance Tahap IV dengan nilai Rp 400 miliar. Terakhir adalah PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF yang mencatatkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap III dengan nilai Rp 4,46 triliun.

Berbagai Sektor

Selain perusahaan dari sektor keuangan, perusahaan yang menerbitkan obligasi berasal dari berbagai sektor. Seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang bergerak dalam sektor petrokimia menerbitkan obligasi senilai Rp 750 miliar. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) yang merupakan perusahaan penyedia menara telekomunikasi, menerbitkan obligasi senilai Rp 1,5 triliun. Kemudian, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit menerbitkan obligasi dan sukuk dengan nilai total Rp 600 miliar.

Selanjutnya, PT PP Properti Tbk (PPRO) menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 1,2 triliun. PT Industri Kereta Api (INKA) menerbitkan sukuk mudharabah dengan nilai Rp 300 miliar. PT Tunas Baru Lampung (TBLA) menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 500 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 1,5 triliun, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 800 miliar, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerbitkan obligasi senilai Rp 4,81 triliun dan sukuk sebesar Rp 115,5 miliar. Terakhir adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang menerbitkan obligasi senilai Rp 750 miliar.

Sementara itu, BEI mencatat total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat berjumlah 430 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 447 triliun dan US$ 47,5 juta. Obligasi dan sukuk ini diterbitkan oleh 118 Emiten. Sedangkan Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp 2.829,34 Triliun dan US$ 400 juta. Sementara EBA yang tercatat mencapai 11 emisi dengan nilai Rp 10,17 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN