Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan.

PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan.

Waskita Siap Bayar Obligasi Rp 900 Miliar

Selasa, 14 September 2021 | 05:45 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menyatakan kesiapannya untuk membayar pokok obligasi berkelanjutan II tahap II tahun 2016 seri B senilai Rp 900 miliar.

Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Ratna Ningrum dalam keterangan tertulis menyebutkan, obligasi yang akan jatuh tempo pada 28 September 2021 itu akan disetor ke PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) paling lambat pada 27 September 2021.

Untuk diketahui, penerbitan obligasi ini sebelumnya dilakukan perseroan untuk refinancing obligasi sebelumnya. Obligasi itu juga telah mendapatkan peringkat BBB dari Pefindo. Peringkat yang sama juga diberikan oleh Pefindo untuk obligasi berkelanjutan III 2018 tahap III seri A senilai Rp 761 miliar. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 28 September 2021.

Menurut Pefindo, efek utang dengan peringkat BBB mengindikasikan parameter proteksi yang memadai dibandingkan efek utang Indonesia lainnya. Meski demikian, kondisi ekonomi yang buruk atau keadaan yang terus berubah akan dapat memperlemah kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut.

Sebelumnya, Waskita Karya mendapat persetujuan dari tujuh bank untuk merestrukturisasi utang sebesar Rp 21,9 triliun atau 75% dari total utang perseroan kepada para kreditur tersebut yang senilai Rp 29 triliun. Restrukturisasi ini bertujuan untuk memulihkan kondisi keuangan Waskita.

Kesepakatan antara Waskita dan tujuh bank itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian restrukturisasi induk atau Master Restructuring Agreement (MRA) Waskita Karya pada 25 Agustus 2021.

Tujuh bank yang bersedia merestrukturisasi utang Waskita, yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) selaku leading bank, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT BTPN Tbk (BTPN), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT BPD Jawa Barat Tbk (BJBR), dan PT Bank DKI.

Wakil Menteri II Kementerian BUMN Kartika Wirjoatmodjo meminta restrukturisasi keuangan ini diikuti dengan perbaikan fundamental perusahaan dengan melakukan transformasi bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan.

“Artinya momentum penting ini bukan hanya mempercepat pemulihan, tetapi bisa mendorong Waskita berkontribusi positif pada perekonomian nasional yang sedang bangkit dari tekanan pandemi,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Untuk itu, dia berharap, perjanjian restrukturisasi tersebut bisa memulihkan kondisi keuangan dan melanjutkan transformasi perseroan, sekaligus berkontribusi positif pada perekonomian nasional. “Kami sangat mengapresiasi koordinasi dan kerja sama semua pihak dalam mendukung pemulihan keuangan dan transformasi Waskita Karya," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan, perseroan sedang bertransformasi secara total dari sisi operasional sampai keuangan. Dengan dukungan restrukturisasi akan menjadi bagian transformasi fundamental perusahaan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan para kreditor dan Kementerian BUMN, sehingga restrukturisasi keuangan perseroan dapat terlaksana. Penandatanganan MRA menjadi momentum positif bagi Waskita dan seluruh stakeholder," ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN