Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Industri pulp dan paper (Foto: IST)

Industri pulp dan paper (Foto: IST)

Indah Kiat Tawarkan Obligasi dan Sukuk Rp 4 Triliun

Senin, 27 September 2021 | 06:20 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menggelar penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi II tahap I tahun 2021 sebesar Rp 3 triliun dan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap I 2021 senilai Rp 1 triliun. Dana yang terhimpun dari aksi korporasi tersebut akan dimanfaatkan untuk membayar utang dan modal kerja.

Obligasi perseroan diterbitkan dalam tiga seri, yaitu seri A, B, dan C. Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp 1,5 triliun dilepas dengan tingkat bunga 6,75% per tahun dan jangka waktu 370 hari kalender terhitung sejak tanggal emisi.

Kemudian, seri B dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp 1,05 triliun dan berjangka waktu tiga tahun dilepas dengan tingkat bunga 9,25% per tahun. Sedangkan seri C dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp 450 miliar dilepas dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,00% per tahun dan jangka waktu lima tahun.

Obligasi tersebut merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan II dengan target dana yang dihimpun hingga Rp 7 triliun. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 30 Desember 2021. Sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing adalah pada 10 Oktober 2022 untuk obligasi seri A, 30 September 2024 untuk obligasi seri B, dan pada 30 September 2026 untuk obligasi seri C.

Sementara itu, penerbitan sukuk mudaharabah juga dilepas dalam tiga seri, yaitu seri A sebesar Rp 500 miliar dengan besaran nisbah 19,21% dan indikasi bagi hasil 6,75%. Seri A ini bertenor 350 hari. Seri B senilai Rp 449 miliar dengan nisbah sebesar 26,33% dan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 9,25%. Seri C sebesar Rp 50 miliar dengan nisbah sebesar 28,46% dan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 10,00%.

Indah Kiat telah menunjuk penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk, yaitu PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas. Sedangkan PT Bank KB Bukopin Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Manajemen perseroan menjelaskan, dana yang diperoleh dari PUB obligasi II tahap I-2021 akan digunakan untuk membayar utang dan dan modal kerja. “Sekitar 60% akan digunakan untuk pembayaran utang berupa pokok pinjaman, angsuran pokok pinjaman dan atau bunga. Sedangkan sekitar 40% akan dimanfaatkan untuk modal kerja antara lain pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead,” jelas manajemen dalam pengumumannya.

Sementara itu, seluruh dana yang diperoleh dari sukuk mudharabah I tahap I tahun 2021, yaitu mencapai 60%, akan digunakan untuk kegiatan usaha perseroan menggantikan dana yang bersumber dari utang perseroan dan sekitar 40% modal kerja perseroan, seperti pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead.

Masa penawaran awal dilaksanakan pada 20 Agustus-13 September 2021. Masa penawaran umum pada 27 September 2021. Perkiraan tanggal penjatahan pada 28 September 2021. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Oktober 2021.

Indah Kiat tercatat cukup aktif menerbitkan obligasi dan sukuk. Pada 2020, perseroan telah beberapa kali menerbitkan surat utang tersebut. Pada Mei 2020, perseroan menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 1,4 triliun. Lalu, pada September 2020 dengan nilai total Rp 1,8 triliun. Terakhir pada Desember 2020, perseroan menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 3,58 triliun.

Hingga kuartal I-2021, Indah Kiat membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 139,27 juta. Perolehan tersebut menurun 22,32% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang senilai US$ 179,3 juta.

Penjualan bersih emiten Grup Sinarmas ini tercatat sebesar US$ 801,27 juta, naik 2,66% dari US$ 780,47 juta. Secara rinci, penjualan ini terdiri atas penjualan kertas sebesar US$ 277,4 juta dan pulp sebesar US$ 190,99 juta. Sedangkan pendapatan dari segmen kertas industri, tisu, dan lainnya meningkat menjadi US$ 332,88 juta.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN