Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chandra Asri. Foto: IST

Chandra Asri. Foto: IST

Chandra Asri Tertarik untuk Terbitkan Obligasi Bertenor Panjang

Selasa, 12 Oktober 2021 | 06:05 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) tertarik untuk menerbitkan obligasi bertenor panjang sebagai sumber pendanaan. Sebab instrumen tersebut sesuai dengan kebutuhan pendanaan perseroan yang juga bertenor panjang.

Head of Investor Relations Chandra Asri Petrochemical Harry Tamin mengatakan, sejauh ini obligasi dengan tenor 3,5, dan 7 tahun masih mendapatkan penerimaan yang baik dari investor. Hal ini sesuai dengan tren suku bunga yang juga cenderung rendah. “Obligasi bertenor panjang juga sesuai dengan kebutuhan Chandra Asri dalam membangun kompleks petrokimia, CAP 2,” kata dia dalam paparan publik, Senin (11/10).

Harry menegaskan, proyek CAP 2 ditargetkan selesai pada 2026 atau lima tahun dari saat ini, sehingga pendanaan di atas 7 atau 10 tahun bisa menjadi sumber pendanaan yang ideal.

Adapun tahun ini, Chandra Asri merampungkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi senilai Rp 1 triliun. Surat utang tersebut diburu investor hingga kelebihan permintaan (oversubscribed).

Penerbitan obligasi ini diarahkan pada tenor yang lebih panjang agar lebih sesuai dengan rencana pertumbuhan jangka panjang perseroan. Obligasi ini terdiri atas tiga seri, yakni seri A dengan kupon sebesar 7,8%, tenor 3 tahun, dan nilai Rp 50 miliar; seri B dengan kupon 8,5%, tenor 5 tahun, dan nilai Rp 587,95 miliar; seri C dengan kupon 9%, tenor 7 tahun, dan nilai Rp 362,05 miliar.

PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Bahana Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sedangkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebagai wali amanat. Obligasi tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) III senilai total Rp 5 triliun selama periode 2020-2022.

Sementara itu, belum lama ini, Chandra Asri merampungkan proses penerbitan saham baru untuk menambah modal (rights issue) senilai Rp 15,5 triliun atau US$ 1,1 miliar. Sejalan dengan aksi korporasi itu, Thai Oil kini menjadi salah satu pemegang saham utama perseroan.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporasi Chandra Asri Suryandi mengatakan, PT Top Investment Indonesia, anak usaha Thai Oil PCL, bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). Pada Juli 2021, Chandra Asri menetapkan Thai Oil sebagai mitra terpilih untuk mendukung pengembangan kompleks petrokimia kedua (CAP 2) melalui proses seleksi investor strategis.

Sesuai rencana, dana hasil rights issue akan digunakan untuk pengembangan dan pembangunan kompleks petrokimia terintegrasi CAP 2. Kompleks ini terdiri atas unit cracker, olefin terpolimerisasi, serta fasilitas dan utilitas terkait. Hal ini sejalan dengan strategi Chandra Asri memperluas kapasitas produksi dan skala usaha untuk melayani kebutuhan pasar Indonesia.

Dengan berhasilnya pelaksanaan rights issue dan injeksi ekuitas, Thai Oil memegang 15% kepemilikan saham dan menjadi pemegang saham utama perseroan bersama PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan SCG Chemicals.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN