Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Tapering

Ilustrasi Tapering

Pelaku Sudah Mengantipasi Sentimen Pasar

Jumat, 19 November 2021 | 18:58 WIB
Parina Theodora

Jakarta-Mendekati akhir 2021, pelaku pasar sudah mengantisipasi sentimen yang berpotensi terhadap volativitas pasar. Penerapan kebijakan Fed tapering pada November ini merupakan salah satunya.

Mengantisipasi ekspektasi peningkatan inflasi, pasar finansial mulai menyesuaikan ekspektasi peningkatan frekuensi kenaikan Fed Rate di 2022. Namun sejauh ini The Fed memandang kenaikan inflasi bersifat sementara dan belum melihat potensi kenaikan suku bunga secara agresif.

Demikian disampaikan Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Dimas Ardhinugraha dalam siaran persnya baru-baru ini. Menurutnya, tekanan inflasi di Asia saat ini relatif lebih terjaga, akibat pembatasan aktivitas ekonomi, intervensi pemerintah atas harga energi, dan juga pangan yang berkontribusi besar dalam keranjang inflasi.

“Di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, justru memiliki ruang ekspansi ekonomi yang lebih tinggi di 2022. Kondisi ini diharapkan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian dan pasar finansial Indonesia,” tulisnya.

Ia menambahkan, pasar obligasi lebih siap dalam menghadapi tren perubahan sentimen global ini. Beberapa faktor yang akan memperkuat pasar obligasi Indonesia adalah kepemilikan asing yang jauh lebih rendah, pasokan obligasi yang lebih baik, serta tingkat imbal hasil obligasi Indonesia yang menarik.

Ketiga faktor tersebut, menurut dia, diharapkan dapat meredam dampak kebijakan moneter The Fed di 2022. “Fundamental makro yang lebih baik dan stabilitas eksternal yang terus diperkuat diharapkan dapat menjaga volatilitas pasar obligasi Indonesia,” imbuhnya.

 

Editor : Parina Theodora (theo_olla@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN