Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Emisi Obligasi dan Sukuk Capai Rp 1,65 Triliun, Lanjutkan!

Sabtu, 22 Januari 2022 | 19:03 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, nilai emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2022 sebanyak 3 emisi dari 2 emiten senilai Rp 1,65 triliun.

Dengan demikian, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sampai saat ini berjumlah 482 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 431,11 triliun dan US$ 47,5 juta, yang diterbitkan oleh 123 emiten.

“Surat berharga negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 148 seri dengan nilai nominal Rp 4.705,93 triliun dan US$ 200 juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp 4,91 triliun,” ungkap BEI dalam laporannya.

Baca juga: Mantap! Market Cap BEI Bertambah Rp 102,3 Triliun

Baru-baru ini, PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan obligasi berkelanjutan II tahap IV tahun 2022 di BEI dengan nilai Rp 336 miliar. Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi tersebut adalah BBB-. PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Sementara itu, seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap produk exchange-traded fund (ETF) dan guna membantu dealer partisipan dalam menyediakan likuiditas perdagangan ETF di pasar sekunder dalam memberikan kuotasi, BEI telah mengeluarkan sekaligus memberlakukan Peraturan Bursa Nomor III-L tentang Anggota Bursa sebagai Dealer Partisipan.

Baca juga: Net Buy Tembus Rp 6 T, Asing Getol Beli Saham-saham Ini

Melalui peraturan tersebut, masa transisi bagi dealer partisipan existing adalah 3 bulan sejak peraturan dikeluarkan atau efektif sejak tanggal 18 April 2022. Peraturan ini mengatur pula hal-hal yang menjadi kewajiban anggota bursa sebagai dealer partisipan ETF, di antaranya pelaporan atau melakukan kuotasi (liquidity provider), perlakuan atas odd lot saham underlying ETF, dan memberikan ruang bagi dealer partisipan untuk melakukan short covering (penciptaan unit di pasar perdana pada hari yang sama sesuai dengan penjualan unit penyertaan ETF.

“Pemberlakuan Peraturan III-L ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan akan pengaturan peran anggota bursa sebagai dealer partisipan ETF dan meningkatkan likuiditas perdagangan ETF,” jelas BEI.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN