Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto udara menunjukkan pengendara yang melakukan perjalanan di jalan tol Jakarta pada 23 April 2022. (FOTO: TELUK ISMOYO / AFP)

Foto udara menunjukkan pengendara yang melakukan perjalanan di jalan tol Jakarta pada 23 April 2022. (FOTO: TELUK ISMOYO / AFP)

S&P Naikkan Prospek Peringkat Kredit Indonesia Menjadi Stabil

Kamis, 28 April 2022 | 15:56 WIB
Grace El Dora

JAKARTA, investor.id – Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings merevisi prospek peringkat kredit Indonesia menjadi “stabil” karena pemulihan ekonomi dari pandemi dan kondisi perdagangan yang lebih baik, setelah menempatkan negara pada prospek “negatif” sejak April 2020.

Indonesia merupakan pengekspor batubara termal dan minyak sawit terbesar di dunia serta pemasok utama nikel, tembaga, dan timah. Negara telah diuntungkan dari kenaikan harga komoditas global, termasuk dengan mencatat rekor ekspor yang tinggi.

Baca juga: Tiongkok Batalkan Penerbangan Setelah 1 Dugaan Covid-19

“Kami merevisi prospek menjadi stabil sebagai pengakuan atas perbaikan posisi eksternal Indonesia dan kemajuan bertahap menuju konsolidasi fiskal,” kata lembaga pemeringkat tersebut dalam pernyataan resmi, dilansir dari Reuters Kamis (28/4).

S&P mengacu pada rencana pemerintah untuk mengembalikan pagu defisit indikatif anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB) setelah menghapusnya selama tiga tahun. Ini dilakukan demi memberi ruang kepada pemerintah untuk meningkatkan pengeluaran dan utang selama pandemi Covid-19.

Pada 2020, lembaga pemeringkat tersebut menempatkan Indonesia pada pandangan negatif. Ini berarti ada kemungkinan penurunan peringkat negara sebagai langkah selanjutnya, karena risiko dari langkah-langkah fiskal kontra siklus yang kuat di negara tersebut.

S&P menilai utang Indonesia pada BBB, setara dengan peringkat yang diberikan oleh dua lembaga pemeringkat kredit utama lainnya yakni Fitch Ratings dan Moody's.

Pertumbuhan PDB Naik

Pertumbuhan PDB Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi 5,1% pada 2022, dibandingkan 3,7% pada 2021, kata S&P. Lembaga tersebut mencatat, adanya konflik di Ukraina menimbulkan risiko baru.

Baca juga: BoJ Naikkan Perkiraan Inflasi, Tepat di Bawah Target 2%

S&P juga memuji pengesahan undang-undang Penciptaan Lapangan Kerja pada 2020, yang dikatakan akan membantu tren ketenagakerjaan dan investasi asing langsung ke depan. Dengan asumsi, pemerintah adalah dapat menyelesaikan tantangan hukum yang terkait dengan undang-undang tersebut.

Mahkamah Konstitusi Indonesia telah mengatakan ada kekurangan prosedural dalam bagaimana undang-undang tersebut ditangani, meminta pemerintah untuk mengubah sebagian prosedur dalam waktu dua tahun.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan S&P mencerminkan kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia, meskipun ada ketegangan geopolitik atas konflik antara Rusia dan Ukraina, ekonomi global yang melambat, dan inflasi yang meningkat.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN