Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja yang mengenakan masker bekerja di jalur produksi pembuatan baja sepeda di sebuah pabrik, saat negara itu dilanda wabah virus corona baru di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, beberapa waktu lalu. (FOTO: China Daily via REUTERS)

Pekerja yang mengenakan masker bekerja di jalur produksi pembuatan baja sepeda di sebuah pabrik, saat negara itu dilanda wabah virus corona baru di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, beberapa waktu lalu. (FOTO: China Daily via REUTERS)

Tiongkok Uji Coba Obligasi Rendah Karbon

Senin, 6 Juni 2022 | 18:55 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SHANGHAI, investor.id – Pemerintah Tiongkok meluncurkan apa yang disebut obligasi transisi rendah karbon untuk membantu perusahaan menjadi lebih hijau dan ramah lingkungan, kata regulator pasar obligasi antar bank negara itu pada Senin (6/6). Ini menjadi langkah pemerintah Tiongkok menuju netralitas karbon.

Di bawah skema percontohan, perusahaan di delapan sektor termasuk tenaga listrik, pembuatan baja, petrokimia, dan penerbangan sipil akan menerbitkan obligasi untuk mendanai upaya dekarbonisasi. Pernyataan ini disampaikan Asosiasi Nasional Investor Institusional Pasar Keuangan (NAFMII).

Instrumen utang tersebut melengkapi obligasi hijau dan merupakan bagian dari pembiayaan berkelanjutan pemerintah Tiongkok, kata NAFMII, yang diawasi oleh bank sentral Tiongkok (PBoC).

Tiongkok, yang menjadi penghasil gas rumah kaca pemanasan iklim terbesar di dunia, telah berjanji menurunkan emisi karbon sebelum 2030 dan menjadi netral karbon pada 2060.

Hasil dari obligasi transisi akan digunakan untuk mendanai upaya hijau termasuk produksi batubara yang lebih bersih, penerapan teknologi hijau, serta penggunaan gas alam dan energi bersih, kata NAFMII.

Sejumlah perusahaan termasuk China Huaneng Group Co., Hualu Holdings, dan Baosteel telah menerbitkan obligasi transisi rendah karbon pertama Tiongkok, menurut laporan Shanghai Securities News pada Senin.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN