Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Siap-siap!, 106 Emiten Bakal Cari Dana Segar Rp 84 Triliun dari Pasar Modal

Senin, 6 Juni 2022 | 22:34 WIB
Muhammad Ghafur Fadhillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Sebanyak 106 emiten akan mencari pendanaan baru (fundraising) dari pasar modal senilai total Rp 84,2 triliun. Penghimpunan dana tersebut dilakukan melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp 14,1 triliun, penambahan modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) senilai Rp 25,2 triliun, dan penerbitan surat utang (obligasi) sebesar Rp 44,9 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Nyoman Gede Yetna mengatakan, hingga 6 Juni 2022, terdapat 43 perusahaan yang telah masuk dalam pipeline pencatatan saham BEI dengan total dana yang direncanakan sebesar Rp 14,1 triliun.

Secara rinci, 43 perusahaan ini berasal dari berbagai sektor, yakni 3 perusahaan dari sektor basic materials, 3 perusahaan dari sektor Industrials, 4 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, 9 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 8 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, 2 perusahaan dari sektor teknologi, 2 perusahaan dari sektor healthcare, 3 perusahaan dari sektor energi, 4 perusahaan dari sektor properties & real estate, dan 5 perusahaan dari sektor Infrastruktur.

Baca juga: Pasar Saham Ambles, BEI Nyatakan Tak Ada Yang Mundur IPO

Sedangkan untuk rights issue, menurut Nyoman, sampai dengan 3 Juni 2022, terdapat 33 perusahaan yang berencana melakukan aksi korporasi ini dengan perkiraan dana sebesar Rp 25,2 triliun.

Adapun pipeline pencatatan efek bersifat utang (obligasi) dan sukuk terdapat 36 emisi yang rencananya diterbitkan oleh 30 perusahaan dengan perkiraan total dana yang akan dihimpun sebesar Rp 44,9 triliun.

"Sektor-sektor perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan efek bersifat utang dan sukuk berasal dari 17 perusahaan dari sektor keuangan, 3 perusahaan dari sektor infrastruktur, 1 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 2 perusahaan dari sektor properties & real estate, 3 perusahaan dari sektor industri, 2 perusahaan dari sektor basic materials, 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, serta 1 perusahaan dari sektor energi," ungkapnya, Senin (6/6/2022).

Baca juga: Total Emisi Obligasi dan Sukuk di BEI Sepanjang 2022 Capai Rp 57,39 T

Nyoman melihat, dari data pipeline efek yang akan dicatatkan di BEI, mengindikasikan minat perusahaan yang berencana melakukan pendanaan melalui pasar modal, baik berupa saham, efek bersifat utang dan sukuk, sangat kondusif.

"Sampai dengan 3 Juni 2022, jumlah perusahaan maupun nilai fundraising yang berada pada pipeline pencatatan saham, efek bersifat utang dan sukuk mengalami peningkatan secara rata-rata sekitar 50% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," jelas dia.

Bahkan, lanjut dia, jumlah perusahaan yang berada pada pipeline pencatatan saham per 3 Juni 2022, merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN