Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lelang SUN

Lelang SUN

Kemenkeu: The Fed Naikkan Suku Bunga, Minat Investor Terhadap Lelang SUN Tinggi

Rabu, 22 Juni 2022 | 05:00 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut, kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate/FFR) secara agresif sebesar 75 basis poin menjadi 1,5% sampai 1,75% dinilai belum mempengaruhi minat investor terhadap lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (21/6/2022). Bahkan, minat investor terhadap lelang tersebut masih tinggi.

“Minat investor pada lelang SUN hari ini terlihat cukup baik, tercermin dari bids yang masuk sebesar Rp 35,06 triliun. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi perekonomian domestik yang baik, dengan adanya rilis data neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus US$ 2.90 miliar pada bulan Mei,” ucap Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan Deni Ridwan di Jakarta pada Selasa (21/6/2022).

Baca juga: Grab dan BRI Ventures Siapkan Start-up Tangguh

Adapun seri SUN yang dilelang adalah seri SPN03220921 (new issuance), SPN12230622 (new issuance), FR0090 (reopening), FR0091 (reopening), FR0093 (reopening), FR0092 (reopening) dan FR0089 (reopening). Dari penawaran yang masuk sebesar Rp 35,06 triliun, Kemenkeu memutuskan untuk menyerap pembiayaan dari lelang SUN sebesar Rp 18,88 triliun.

“Dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder dan rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2022, serta capaian penerbitan SBR 011 sebesar Rp 13,9 triliun (oversubscribe 2,78 kali dari target awal Rp5 triliun) settlement tanggal 22 Juni 2022, maka pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp18,88 triliun,” ucap Deni.

Baca juga: WHO Apresiasi Penanganan Covid-19 di Indonesia

Deni mengatakan, seri benchmark dengan tenor 5 dan 10 tahun kembali mendominasi demand investor pada lelang, yang mencapai 73,81% dari total incoming bids dan 75,50% dari total awarded bids. Selain itu, incoming bids terbesar masih pada tenor 10 tahun yaitu sebesar Rp17,88 triliun (50,99% dari total incoming bids) dan dimenangkan sebesar Rp10,85 triliun (57,48% dari total awarded bids). Sementara itu, bids to cover ratio pada lelang kali ini adalah sebesar 1,86 kali.

“Partisipasi investor asing mayoritas juga pada tenor 5 dan 10 tahun, dengan total penawaran masuk mencapai Rp3,67 triliun atau 10,46% dari total incoming bids, dan dimenangkan sebesar Rp1,99 triliun atau 54,31% dari total incoming bids investor asing,” ucap Deni.

Secara umum, level yield rata-rata tertimbang (Weighted Average Yield/WAY) yang dimenangkan pada lelang SUN hari ini mengikuti kondisi pasar saat ini yang masih cenderung volatile karena pengaruh kondisi global. Sehingga level WAY yang dimenangkan pada seri obligasi negara tercatat naik sebesar 3 sampai dengan 10 basis poin dibandingkan lelang sebelumnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN