Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bisnis sawit. Foto: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

Bisnis sawit. Foto: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

Buyback Obligasi Global, Sawit Sumbermas (SSMS) Dapat Pinjaman Rp 3,6 Triliun

Rabu, 29 Juni 2022 | 15:49 WIB
Ghafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menandatangani kesepakatan pinjaman sindikasi senilai Rp 3,6 triliun. Sindikasi tersebut dipimpin oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebagai joint mandated lead arranger & bookrunner (JMLAB).

Penandatanganan pinjaman sindikasi tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Sawit Sumbermas Sarana Nasarudin Bin Basir bersama dengan Trihartono selaku JMLAB & Coordinating Bank, serta Mochamad Choliq selaku division head Agribusiness Division.

Advertisement

Sedangkan Bank Syariah Indonesia atau BSI diwakili oleh Fiti Syam dan Indra Kampono selaku group head, serta manajemen Bank DKI, Maybank Indonesia, Bank Woori Saudara, dan JTrust Bank.

Baca juga: Anak Usaha Dharma Satya (DSNG) Ekspor Perdana Cangkang Sawit ke Jepang

Turut hadir, Jap Hartono selaku direktur/CFO SSMS dan M Syafril Harahap selaku direktur/COO SSMS beserta jajaran manajemen, serta pemilik PT Citra Borneo Indah (CBI) Group, induk usaha SSMS yaitu Abdul Rasyid.

CEO Sawit Sumbermas Sarana Nasarudin Bin Nasir menjelaskan, dana yang didapatkan dari sindikasi ini akan digunakan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) seluruh atau sebagian obligasi global (global bond) perseroan yang diterbitkan melalui anak usahanya, yaitu SSMS Plantation Holding Pte Ltd senilai US$ 300 juta pada 24 Januari 2018.

“Langkah ini menjadi strategi alternatif pembiayaan yang lebih baik bagi perseroan untuk menggantikan skema saat ini. Perseroan terus berinovasi guna keberlanjutan usaha dan memberikan yang terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/6/2022).

Dia menegaskan, penandatanganan pembiayaan sindikasi ini menjadi sejarah bagi SSMS. ”Perseroan sangat mengapresiasi kepada seluruh bank peserta sindikasi yang turut memberikan pinjaman. Hal ini guna merealisasikan pembelian kembali seluruh atau sebagian obligasi atau global bond yang telah diterbitkan oleh perseroan pada tahun 2018,” tuturnya.

CFO SSMS Jap Hartono menambahkan, fasilitas pembiayaan tersebut bermanfaat bagi keberlanjutan bisnis SSMS yang semakin meningkat, sehingga kinerjanya lebih optimal. “Dengan demikian, perseroan akan lebih leluasa bergerak demi menghasilkan yang terbaik,” jelas Nasarudin.

Baca juga: Keran Ekspor CPO Dibuka, Potensi IPO Perusahaan Sawit Dinilai Makin Besar

Sebagai informasi, fasilitas pembiayaan tersebut tidak melanggar peraturan dan perjanjian-perjanjian dengan pihak ketiga atau pihak lainnya, serta tidak berdampak negatif terhadap kondisi keuangan perseroan.

Direktur Institutional & Wholesale Business BRI Agus Noorsanto dan SEVP Corporate Banking Bambang Krisminarno menyampaikan, bahwa pembiayaan sindikasi ini merupakan komitmen perbankan untuk mendukung pemerintah dalam pemberian pembiayaan kepada kategori usaha green sector.

“Sindikasi ini dapat menjadi sebuah momentum positif bagi seluruh pihak dan memberikan manfaat yang optimal bagi grup usaha SSMS dalam menjaga produktivitas dan peningkatan kualitas ekspor, serta terbentuknya sinergi yang baik guna mendukung visi perusahaan yang beriringan dengan semangat kami untuk memberi makna Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN