Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pria berjalan melewati dinding yang membawa logo Shimao Group, dengan bangunan tempat tinggal dan distrik keuangan Pudong terlihat di latar belakang di Shanghai, Tiongkok beberapa waktu lalu. (FOTO: Reuters)

Seorang pria berjalan melewati dinding yang membawa logo Shimao Group, dengan bangunan tempat tinggal dan distrik keuangan Pudong terlihat di latar belakang di Shanghai, Tiongkok beberapa waktu lalu. (FOTO: Reuters)

Tambah Lagi Developer Tiongkok yang Lewatkan Pembayaran Obligasi

Senin, 4 Juli 2022 | 14:52 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

BEIJING, investor.id – Tambah lagi developer properti Tiongkok yang melewatkan pembayaran obligasi. Shimao Group mengatakan bahwa perusahaan gagal melakukan pembayaran obligasi US$ 1 miliar yang jatuh tempo Minggu (3/7). Ini adalah salah satu gagal bayar default terbesar tahun ini di sektor properti yang bermasalah di negara itu.

Sektor real estat Tiongkok telah berjuang sejak pihak berwenang memulai tindakan keras terhadap utang yang berlebihan dan spekulasi konsumen yang merajalela pada 2020. Raksasa seperti Evergrande dan Sunac berebut untuk melakukan pembayaran dan bernegosiasi ulang dengan kreditur.

Advertisement

Krisis telah memicu kekhawatiran bahwa perjuangan industri dapat menyebar ke ekonomi yang lebih luas. Sentakan terbaru datang ketika Shimao mengatakan belum membayar pokok dan bunga pada obligasi luar negeri senilai US$ 1 miliar.

Baca juga: Raksasa Properti Tiongkok Evergrande Tangguhkan Perdagangan Lagi

Pada pengajuan ke Bursa Efek Hong Kong tempat perusahaan terdaftar, Shimao mengatakan telah mengalami penurunan nyata dalam kontrak penjualan. Ini disebabkan oleh perubahan signifikan pada lingkungan makro sektor properti di Tiongkok sejak paruh kedua 2021 dan dampak pandemi Covid-19.

Perusahaan menambahkan bahwa pihaknya telah berusaha untuk menegosiasikan pembiayaan kembali dan keringanan pembayaran. Tetapi perusahaan masih tidak dapat melakukan pembayaran karena kondisi pasar yang menantang, katanya.

Shimao dikatakan belum menerima pemberitahuan dari kreditur untuk pelunasan dipercepat. Pemberi pinjaman juga telah mengindikasikan bahwa mereka tidak akan mengambil tindakan penegakan hukum pada saat ini.

Grup Shimao mengembangkan properti perumahan, hotel, kantor, dan bangunan komersial di Tiongkok dengan proyek-proyek di kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai. Perusahaan ini adalah pengembang terbesar ke-14 di Tiongkok berdasarkan penjualan terkontrak tahun lalu, menurut laporan Bloomberg News.

Developer Tiongkok telah berjuang karena pembeli rumah memperketat dompet mereka karena prospek ekonomi yang tidak pasti.

Satu perusahaan di kota timur Nanjing mengatakan akan menerima truk semangka sebagai uang muka pembelian properti dari petani lokal, menurut media Tiongkok.

Baca juga: Perusahaan Properti Tiongkok Turun Peringkat di Tengah Krisis Evergrande

“Penularan telah menyebar dari Evergrande ke Sunac dan sekarang Shimao. Itu menimbulkan kekhawatiran kami bahwa tingkat krisis utang berada di luar imajinasi pengamat pasar mana pun,” kata analis Intelijen Bloomberg Kristy Hung, Senin (4/7).

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN