Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP). (Foto: Perseroan)

PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP). (Foto: Perseroan)

Emiten Grup Sinar Mas (INKP) Rilis Surat Utang Rp 1,74 Triliun

Jumat, 13 Jan 2023 | 05:02 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Emiten kertas Grup Sinar Mas, yaitu PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), menerbitkan obligasi berkelanjutan III tahap IV tahun 2023 dan sukuk mudharabah berkelanjutan II tahap IV tahun 2023 senilai total Rp 1,74 triliun.

Jumlah tersebut terbagi atas obligasi berkelanjutan III tahap IV tahun 2023 sebesar Rp 1,07 triliun dan sukuk mudharabah berkelanjutan II tahap IV tahun 2023 senilai Rp 675,6 miliar.

Baca juga: CIMB Niaga Finance Rilis Sukuk Rp 1 Triliun

“Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat jumbo obligasi yang akan diterbitkan oleh perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sebagai bukti utang kepada pemegang obligasi,” demikian dikutip dari prospektus perseroan, Kamis (12/1/2023).

Advertisement

Obligasi ini terdiri atas dua seri. Seri A ditawarkan sebesar Rp 909,32 miliar dengan bunga 10,5% per tahun dan jangka waktu tiga tahun. Selanjutnya, seri B sebesar Rp 163,6 miliar dengan bunga 11% per tahun dan tenor lima tahun.

“Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 27 April 2023, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing pada 27 Januari 2026 untuk obligasi seri A dan 27 Januari 2028 untuk obligasi seri B,” jelas manajemen.

Baca juga: Sri Mulyani: Lebih Susah Beli Sukuk Ritel daripada Tiket Blackpink

Sementara itu, sebagai bukti kepemilikan efek syariah untuk kepentingan pemegang sukuk mudharabah, terdapat tiga seri yang diterbitkan. Dengan ketentuan, jumlah dana sukuk mudharabah seri A yang ditawarkan sebesar Rp 106,88 miliar.

Pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang sukuk mudharabah. Besaran nisbah adalah 18,93% dari pendapatan yang dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 7% per tahun.

Adapun jangka waktu sukuk mudharabah seri A selama 370 hari kalender, terhitung sejak tanggal emisi. Lalu, seri B sebesar Rp 501,58 miliar.

Pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang sukuk mudharabah. Besarnya nisbah adalah 28,39% dari pendapatan yang dibagihasilkan secara proporsional dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 10,50% per tahun.

Baca juga: EGCO Lepas Saham Pembangkit Listrik ke Grup Barito (BRPT) Rp 7,6 Triliun

“Jangka waktu sukuk mudharabah seri B terdiri atas tiga tahun terhitung sejak tanggal emisi. Pembayaran dana sukuk mudharabah dilakukan secara penuh sebesar 100% dari jumlah pada saat pembayaran kembali dana sukuk mudharabah seri B ketika jatuh tempo,” sambung manajemen INKP.

Khusus seri C, sukuk mudharabah ini menawarkan Rp 67,04 miliar dengan pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah, yang dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang sukuk mudharabah. Besaran nisbah adalah 29,74% dari pendapatan yang dibagihasilkan secara proporsional dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 11% per tahun.

Jangka waktu sukuk mudharabah seri C lima tahun. Pembayaran dana sukuk mudharabah akan dilakukan secara penuh sebesar 100,00% dari jumlah saat tanggal pembayaran kembali dana sukuk mudharabah Seri C pada saat tanggal jatuh tempo.

Baca juga: United Tractors (UNTR) Realisasikan Buyback Saham Rp 3,18 T

Pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi, sesuai tanggal pembayaran masing-masing pendapatan bagi hasil masing-masing sukuk mudharabah. Pembayaran pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah pertama akan dilakukan pada 27 April 2023.

Sedangkan pembayaran pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah terakhir. Sekaligus jatuh tempo sukuk mudharabah masing-masing pada 7 Februari 2024 untuk sukuk mudharabah Seri A, 27 Januari 2026 untuk sukuk mudharabah seri B, dan 27 Januari 2028 untuk sukuk mudharabah seri C.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com