Menu
Sign in
@ Contact
Search
Aktivitas investor di salah satu sekuritas di Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

Aktivitas investor di salah satu sekuritas di Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

Sentimen The Fed Bakal Tekan Harga SUN

Selasa, 24 Jan 2023 | 04:00 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Harga surat utang negara (SUN) diperkirakan melemah pekan ini, seiring ekspektasi The Fed kembali meningkatkan tingkat suku bunga acuan. Hal ini membuat para investor mengambil ancang-ancang untuk menyesuaikan permintaan terhadap imbal hasil (yield) SUN. 

Fixed income analyst PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin mengatakan, para pelaku pasar atau investor pekan ini mulai mengambil langkah antisipasi akan hasil The Fed yang akan digelar pada 31 Januari hingga 1 Februari 2023. Ekspektasi yang diharapkan oleh pasar yakni The Fed kembali melanjutkan kenaikan suku bunga.

Baca juga: Pasar Obligasi Cerah, Mandiri Sekuritas Tawarkan Investasi SBR012

“Hal itu tercermin pada jajak pendapat baru-baru ini bahwa 68 dari 83 responden memproyeksikan kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps) pada pertemuan pertama The Fed di tahun 2023. Jika terealisasi, suku bunga the Fed akan berada di level 4,75% karena saat ini masih di 4,5%,” jelas dia kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. 

Advertisement

Selain itu, dia menerangkan, pekan ini, investor akan melakukan kenaikan imbal hasil atas SUN sebagai ekses dari kenaikan suku bunga BI pekan lalu. Pekan sebelumnya indeks yield tercatat menurun dari 6,76% menjadi 6,63%, dengan aliran modal masuk investor asing Rp 13,04 triliun.

“Apalagi, kalau kita lihat secara historis di tahun 2022, seminggu sebelum kenaikan suku bunga oleh The Fed, yield cenderung naik karena spekulasi meningkat dan beberapa investor asing menjual kepemilikan mereka untuk merealisasikan keuntungan,” ujar Ahmad. 

Baca juga: Rupiah Meningkat Seiring Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS

Dengan demikian, Ahmad memproyeksikan imbal hasil SUN untuk tenor 10 tahun diperkirakan bergerak pada rentang 6-6,8% dengan potensi kenaikan. Ke depann, selain sentimen dari The Fed, pergerakan harga SUN akan diwarnai dengan beberapa sentimen, antara lain seperti data consumer confidence dari Jerman dengan proyeksi minus 33 dari sebelumnya minus 37,8, kemudian data inflasi Australia yang diperkirakan meningkat menjadi 7,5% dari sebelumnya 7,3%. 

Kemudian data interest rate decision dari Kanada yang diperkirakan meningkat menjadi 4,5% dari sebelumnya 4,25%. Tak ketinggalan data dari AS soal pertumbuhan GDP pada kuartal 4 2022 yang diproyeksikan mengalami penurunan dari 3,2% menjadi 2,6% juga menjadi sentimen yang ikut tekan harga SUN.

Lelang SUN

Pada Selasa, 24 Januari 2022, pemerintah akan melakukan lelang surat berharga syariah negara (SBSN) sebanyak enam seri dengan target indikatif Rp 14 triliun, Ahmad lelang memprediksikan lelang tersebut akan diminati oleh para investor dengan kecenderungan investasi hold-to-maturity. Pasalnya, awal tahun ini adalah kesempatan untuk mendapatkan surat berharga pemerintah dengan kupon yang tinggi sebelum kebijakan moneter mulai berbalik arah.

Baca juga: Pasar Obligasi Berpotensi Melemah Terbatas

Sebagai contoh, dari penawaran obligasi ritel SBR012T2 tenor 2 tahun pemerintah menawarkan kupon 6,15%. Sedangkan, SBR012T4 tenor empat tahun menawarkan kupon 6,35%. Persentase tenor 2 tahun tersebut lebih tinggi daripada ORI022 tenor 3 tahun yang sebelumnya pernah dilelang dengan kupon hanya 5,95%.

Soal penawaran yang akan masuk, Ahmad menilai perbandingan antara penawaran yang masuk dengan yang dimenangkan (bid-to-cover ratio) akan kembali ke level sebelum pandemi. Penawaran yang masuk pun diperkirakan lebih tinggi daripada yang dimenangkan.

“Saya memperkirakan lelang pekan depan akan membukukan bid-to-cover ratio sekitar 1,7-2,2 kali atau telah kembali normal ke level sebelum pandemi. Dengan kata lain, penawaran yang masuk berpotensi mencapai Rp 24,5-Rp 30,8 triliun dengan dominasi investor domestik sebesar 70%,” kata dia. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com