Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bisnis. Foto: Credit Commerce (Pixabay)

Ilustrasi bisnis. Foto: Credit Commerce (Pixabay)

39 Perusahaan bakal Terbitkan Surat Utang Rp 45,2 Triliun

Senin, 19 April 2021 | 22:39 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sebanyak 39 perusahaan siap menerbitkan surat utang senilai total Rp 45,27 triliun. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menerima mandat untuk pemeringkatan surat utang tersebut.

Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo Niken Indriarsih menjelaskan, adanya mandat tersebut bisa mendukung proyeksi penerbitan surat utang tahun ini yang sebesar Rp 122-159 triliun. Dari 39 perusahaan, industri pembiayaan tercatat yang paling banyak menerbitkan surat utang, yakni sebanyak tiga perusahaan dengan nilai Rp 6,3 triliun.

Selain industri pembiayaan, multifinance yang bergerak dalam pembiayaan konsumsi juga tercatat akan banyak menerbitkan surat utang, yakni empat perusahaan dengan nilai Rp 5,8 triliun. Selanjutnya adalah perusahaan konstruksi sebanyak 3 perusahaan dengan nilai Rp 5,5 triliun. Sementara sisanya berasal dari berbagai sektor.

Dilihat dari jenisnya, Niken menjelaskan, mandat penerbitan surat utang paling banyak berbentuk penawaran umum berkelanjutan (PUB) sebesar Rp 16,33 triliun. Kemudian berbentuk obligasi sebesar Rp 7,32 triliun, sukuk sebesar Rp 7,9 triliun dan jenis lainnya.

Mandat yang diterima ini, menurut Niken, akan diterbitkan dalam setahun ke depan sehingga bisa menambah penerbitan obligasi tahun ini. Adapun untuk target penerbitan surat utang tahun ini, Head of Economic Research Pefindo Fikri Permana menjelaskan akan mencapai sebesar Rp 122-159 triliun. "Penerbitan surat utang tahun ini juga akan ditopang oleh jumlah surat utang jatuh tempo sebesar Rp 125,4 triliun," jelas dia dalam konferensi pers secara virtual, Senin (19/4).

Sementara itu, untuk penerbitan surat utang di tiap kuartal, Fikri agak sulit memprediksinya. Pasalnya, hal tersebut didorong oleh perkembangan yield dan surat utang jatuh tempo.

Selain itu, pemulihan ekonomi nasional juga memicu penerbitan surat utang itu. Namun dengan melihat perkembangan survei kegiatan dunia usaha dan data perekonomian lain, Fikri optimistis penerbitan surat utang pada kuartal II-2021 akan lebih tinggi.

Apalagi penerbitan surat utang pada kuartal I-2021 sudah mulai positif. Pefindo mencatat, penerbitan surat utang pada kuartal I-2021 mencapai Rp 23,21 triliun atau meningkat 15,9% dibandingkan kuartal I-2020 yang mencapai Rp 20,02 triliun.

Menurut Fikri, sektor perbankan dan multifinance akan menjadi penopang penerbitan surat utang pada tahun ini. Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan Pefindo Danan Dito mengungkapkan, penerbitan surat utang multifinance dan perbankan ini ditopang juga oleh pemulihan ekonomi.

Untuk perbankan, Danan menjelaskan, meski memiliki likuiditas yang melimpah, bank masih enggan menyalurkan kredit. Akibatnya, penerbitan surat utang perbankan sebelumnya masih cukup rendah. Namun saat ini, bank mulai mencoba untuk menyalurkan kredit, meski masih bersikap hati-hati untuk beberapa sektor usaha. "Perbankan menerbitkan surat utang ini untuk mendanai ekspansi dan juga membantu reprofilling kredit dengan pendanaan yang mismatch," ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN