Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek Waskita Karya. Foto: DAVID

Salah satu proyek Waskita Karya. Foto: DAVID

4 Obligasi Berkelanjutan Waskita Gondol Peringkat idA- dari Pefindo

Ghafur Fadillah, Rabu, 11 September 2019 | 14:31 WIB

JAKARTA- PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA- kepada tiga obligasi berkelanjutan yang diterbitkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Ketiga obligasi itu meliputi Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2015, Obligasi Berkelanjutan II Tahun 2016, dan Obligasi Berkelanjutan II Tahun 2017.

Pada saat bersamaan, Pefindo juga memberikan peringkat idA- untuk Obligasi Berkelanjutan IV Tahun 2019 Waskita dengan rencana penerbitan maksimum Rp 4,95 triliun. Perseroan memperoleh prospek stabil.

“Dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk mendanai kontrak backlog perusahaan,” demikian Pefindo dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (11/9).

Manajemen Pefindo menjelaskan, peringkat yang disandang Waskita mencerminkan posisi pasar perseroan yang kuat di industri konstruksi domestik. Peringkat itu juga menunjukkan margin keuntungan yang baik karena perseroan memiliki segmen proyek yang beragam.

“Juga mencerminkan keuntungan perseroan sebagai perusahaan konstruksi milik negara,” demikian manajemen Pefindo.

Pefindo menyatakan, peringkat Waskita dapat dinaikkan jika perseroan berhasil melakukan divestasi aset jalan tolnya tepat waktu sesuai kisaran harga yang diharapkan. Juga bila BUMN tersebut mampu memperbaiki profil kredit sampai pada tingkat yang setara dengan peringkat idA secara berkelanjutan, diiringi profitabilitas yang baik di atas peer.

“Itu untuk mengompensasi risiko yang lebih tinggi dari proyek turnkey yang dikerjakan perusahaan,” demikian Pefindo.

Sebaliknya, menurut Pefindo, peringkat tersebut dapat diturunkan jika Waskita gagal meraih target pendapatannya dan nilai tambahan utang melebihi dari yang diproyeksikan, sehingga profil kreditnya memburuk.

Waskita Karya adalah salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia. Bisnis utama perusahaan pelat merah itu adalah menyediakan pekerjaan konstruksi. Segmen tersebut memberikan kontribusi 97% terhadap total pendapatan perusahaan pada 2018. Bisnis lain Waskita meliputi beton pracetak, jalan tol, properti, dan energi.

Waskita memiliki jaringan pemasaran yang luas dengan 33 kantor pemasaran di dalam negeri. Saham Waskita per 30 Juni 2019 adalah pemerintah RI dengan kepemilikan saham 66%, sisanya dikuasai publik.


Kantongi Kontrak Baru

Direktur Operasi II Waskita Karya Bambang Rianto mengungkapkan, Waskita hingga akhir Agustus lalu membukukan kontrak terbaru senilai Rp 9,5 triliun. Perseroan memangkas target kontrak baru tahun ini menjadi Rp 45-50 triliun dari semula Rp 56 triliun.

Bambang Rianto optimistis empat bulan menjelang tutup tahun, Waskita mampu mencapai target kontrak baru. Soalnya, perseroan cenderung kuat mengendalikan pengembangan bisnis dan investasi.

“Pengembangan bisnis, seperti anak usaha, kendalinya tetap di kami. Tender terbuka itu porsinya sekitar 30%, sedangkan yang dibawah kendali perseroan porsinya 70%,” tutur dia kepada Investor Daily.

Bambang menjelaskan, tak hanya kontrak konstruksi dalam negeri, perseroan juga mengejar sejumlah tender proyek di luar negeri, seperti pembangunan gedung di Bangladesh, rumah sakit di Malaysia, serta konstruksi lainnya di Vietnam, Arab Saudi, dan Filipina.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA