Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

60% Pembeli Surat Utang Pemerintah adalah Perempuan

Rabu, 21 April 2021 | 14:05 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, Investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan, mayoritas pembeli surat utang negara adalah perempuan. Perempuan berkontribusi hampir 60% terhadap profil investor sukuk negara ritel (SR) dan obligasi negara ritel (ORI).

“Jadi, perempuan juga memiliki kecerdasan dalam investasi, dengan kontribusi sekitar 60%,” tutur Menkeu dalam Seminar Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jakarta, Rabu (21/4).

Menurut Sri Mulyani, perempuan mampu mengalokasikan uangnya secara tepat melalui investasi. Hal itu tercermin pada peranan perempuan dalam surat utang negara. Pada pembelian ORI 017, perempuan berkontribusi 55,8% terhadap demografi investor dari total volume pemesanan Rp 18,34 triliun. “Adapun untuk ORI 018, peranan investor perempuan mencapai 57,82%,” ujar dia.

Begitu pula pada penerbitan Sukuk Ngara Ritel 014, perempuan mendominasi profil investor, dengan kontribusi 58,25%. “Ini menggambarkan literasi dan kapasitas perempuan untuk berpikir cerdas, bagaimana mengamankan dana untuk keluarganya dan berinvestasi produktif. Jadi, investor perempuan sangat-sangat potensial dan nyata,” tegas Menkeu.

Alhasil, kata Sri Mulyani, perempuan berperan penting dalam pemulihan ekonomi nasional dari berbagai aspek. Mereka juga dapat mendorong kebijakan yang inklusif untuk menciptakan keadilan sosial.

“Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa perempuan nggak hanya memiliki potensi, tapi secara aktual mampu berkontribusi luar biasa dalam perekonomian. Pemikiran dan dan emotional skill-nya mampu memberikan dampak positif bagi tata kelola, bagi policy inklusif dan keadilan sosial,” tandas Menkeu.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN