Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST

PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST

ABM Investama Siap Terbitkan Obligasi Global US$ 400 Juta

Jumat, 2 April 2021 | 19:23 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT ABM Investama Tbk (ABMM) berencana menerbitkan obligasi global (global bond) sebesar US$ 400 juta. Dana dari hasil penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) utang dan kebutuhan umum perseroan.

Berdasarkan keterangan tertulis, obligasi global itu memiliki tingkat bunga 9,5% dan jatuh tempo pada 2026. Obligasi akan dijamin tanpa syarat dan tanpa dapat ditarik kembali dengan jaminan perusahaan. "Surat utang tersebut dijamin penuh oleh jaminan perusahaan (corporate guarantee)," ungkap manajemen ABM Investama.

Sesuai rencana, dana dari penerbitan surat utang akan digunakan untuk membiayai kembali sebagian atau keseluruhan surat utang 2020 dan kebutuhan umum. Perseroan akan mengungkapkan lebih detil mengenai rencana penggunaan dana hasil penerbitan surat utang paling lambat dua pekan sebelum penerbitan surat utang.

"Penerbitan surat utang akan menambah likuiditas dan memperpanjang periodea jatuh tempo utang sehingga perseroan bisa menjaga likuiditasnya. Perseroan juga mengupayakan agar surat utang yang akan diterbitkan lebih menguntungkan dibandingkan dengan surat utang 2022, sehingga dapat memberikan fleksibilitas bagi operasional dan keuangan perseroan," jelas manajemen.

Perseroan juga belum mengungkapkan pembeli awal dari penerbitan surat utang ini. Informasi mengenai pembeli awal ini akan diinformasikan pada saat masa penawaran awal (bookbuilding). Investor awal ini berperan membeli surat utang yang diberikan oleh ABM Investama kemudian dijual kembali kepada investor umum.

Lebih lanjut, karena transaksi ini melebihi 50% dari ekuitas, maka perseroan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan. Adapun RUPS akan dilaksanakan pada 7 Mei 2021.

Sebelumnya, pada 2017, ABM Investama telah menerbitkan global bond sebesar US$ 300 juta dengan jangka waktu lima tahun. Obligasi berdenominasi dolar AS ini memiliki bunga 7,12% dengan term pembayaran kupon dua kali per tahun. Global bond itu berlaku mulai 1 Agustus 2017 dan jatuh tempo pada 1 Agustus 2022.

Akuisisi Tambang

Belum lama ini, ABM Investama menyatakan bahwa pihaknya mengalokasikan anggaran untuk akuisisi tambang batu bara sebesar US$ 150-250 juta. Perseroan mengincar lokasi tambang produktif di Sumatera, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Direktur ABM Investama Adrian Erlangga mengatakan, perseroan telah melakukan tinjauan terhadap 180 izin usaha pertambangan (IUP) atau konsesi sejak 2015. Perseroan membidik tambahan cadangan batu bara yang besar dari hasil akuisisi, yakni sekitar 70-100 juta ton dengan kadar kalori di atas 4.000 kcal per kg.

Menurut Adrian, perseroan menerapkan pendekatan strategis dalam mengakuisisi. Artinya, ketika sudah dibeli, perseroan tetap mempertahankan tambang sampai umurnya habis. Setelah itu, perseroan bertanggung jawab melakukan revegetasi pada lahan bekas tambang.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN