Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adhi Karya. Foto: IST

Adhi Karya. Foto: IST

Adhi Karya Revisi Obligasi Jadi Rp 600 Miliar

Jumat, 13 November 2020 | 06:28 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Adhi Karya Tbk (Persero) (ADHI) baru-baru ini mengumumkan untuk merevisi obligasi Berkelanjutan III tahap I tahun 2020 menjadi Rp 600 miliar. Adapun sebelumnya perseroan berencana untuk menerbitkan obligasi tersebut dengan target Rp 2 triliun.

Prospektus yang diterbitkan, Kamis (12/11) menyebutkan penerbitan surat utang ini merupakan rangkaian dari Penawaran Umum Berkelanjutan III milik Adhi Karya dengan target dana yang dihimpun mencapai Rp 5 triliun.

Secara rinci manajemen menjelaskan obligasi tersebut akan dibagi dalam dua tahap, yakni dengan tenor selama 3 tahun sebesar Rp 276,6 miliar dengan tingkat bunga 9,75%. Kemudian sejumlah sisa Rp 323,4 miliar akan dijamin dengan kesanggupan terbaik oleh perseroan. Sebab itu apabila tidak terjual seluruhnya, akan menjadi kewajiban perseroan untuk menerbitkan obligasinya.

Adhi Karya telah memperoleh tanggal efektif pada tanggal 11 November 2020, lalu masa penawaran umum dimulai pada 13 November 2020. Kemudian tanggal penjatahan dan distribusi secara elektronik masing-masing pada 16-18 November. Bila tidak ada halangan obligasi ini akan dicatatkan di BUrsa Efek Indonesia pada 19 November mendatang.

“Adapun bunga dari obligasi ini akan dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran yang telah ditetapkan. Pembayaran pertama akan dilakukan pada tanggal 18 Februari 2021, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir dan jatuh tempo pada 18 November 2023,” jelas manajemen dalam prospektusnya.

Dalam aksi ini Adhi Karya menunjuk PT Bahana Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan penjamin emisi obligasi.

Adapun PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) jadi wali amanat obligasi. Di sisi lain penerbitan ini telah memperoleh hasil peringkat A- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk belanja modal berupa aset tetap seperti alat proyek, pabrik dan penyertaan investasi infrastruktur baik pada proyek strategis nasional dengan pemerintah, afiliasi perseroan dan swasta. Total penggunaan dana ini mencapai 50%.

“Sisanya sebesar 30,83% akan digunakan untuk Refinancing,”pungkas manajemen.

Kinerja Terkini

Salah satu proyek Adhi Karya. Foto: Joanito
Salah satu proyek Adhi Karya. Foto: Joanito

Sementara itu, hingga Hingga Bulan Oktober 2020, emiten berkode saham ADHI itu, mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp7,5 triliun di luar pajak, raihan ini meningkat sebesar 20,8% dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp6,2 triliun. Sehingga nilai Total Order Book diluar pajak sebesar Rp 38,0 triliun.

Realisasi itu terdiri dari Pembangunan Jalan Malinau–Semamu di Kalimantan Utara senilai Rp 193,2 Miliar, Pembangunan Jalan Bypass Bandara Lombok-Mandalika Fase 2 senilai Rp160,9 Miliar, Pengaman Sungai Beringin di Jawa Tengah seharga Rp 147,6 Miliar, Pos Lintas Batas Negara Daerah Natuna di Kepulauan Riau (Rp121,1 miliar).

Kemudian dari Bendungan Leuwi Keris di Jawa Barat menyumbang Rp111,0 Miliar, dan sisanya didominasi oleh proyek bendungan berkontribusi Rp164,1 Miliar. Selain itu proyek lainnya yang terdiri dari proyek SPAM, Pasar, Rumah Sakit, Properti, dan lain-lain dengan total Rp 389,5 Miliar.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN