Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pesiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli (tengah), Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila (kanan), dan Corporate Secretary Adira Finance Perry B Slangor (kiri)  seusai paparan kinerja Adira Finance di Jakarta, Senin (29/7). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Pesiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli (tengah), Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila (kanan), dan Corporate Secretary Adira Finance Perry B Slangor (kiri) seusai paparan kinerja Adira Finance di Jakarta, Senin (29/7). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Adira Jajaki Pinjaman dan Obligasi Rp 9,3 Triliun

Senin, 22 Februari 2021 | 16:41 WIB
Gita Rosiana

JAKARTA, Investor.id - PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) sedang menjajaki pendanaan sebesar Rp 9,3 triliun tahun ini. Pendanaan ini akan bersumber dari pinjaman bank dan emisi obligasi.

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan, pendanaan utama perseroan berasal dari joint financing (pembiayaan bersama) dengan PT Bank Danamon Tbk (BDMN). Selain itu, perseroan akan memantau pasar untuk menerbitkan surat utang.

"Tahun ini, kami memiliki pendanaan jatuh tempo mencapai Rp 9,3 triliun, jadi sebesar itu yang akan dicari," jelas dia dalam acara Paparan Kinerja Adira Finance secara Virtual, di Jakarta, pada Senin (22/2).

Adira Finance tercatat secara rutin menerbitkan obligasi. Pada Juni 2020, perseroan menerbitkan surat utang pada sebesar 1,5 triliun. Surat utang ini diterbitkan dalam bentuk obligasi sebesar Rp 1,3 triliun dan sukuk sebesar Rp 200 miliar.

Selain obligasi, perseroan mengandalkan sumber pendanaan lain. Pada 2020, anak usaha Bank Danamon ini menggunakan fasilitas pinjaman sindikasi luar negeri sebesar US$ 300 juta. Pinjaman tersebut sepenuhnya dalam lindung nilai (fully hedged), baik dari pokok maupun suku bunganya. "Adira Finance juga mendapatkan dukungan standby facility setara dengan US$ 280 juta," jelas Made.

Made mengungkapkan, perseroan terus mendiversifikasi sumber pendanaan melalui pembiayaan bersama dengan Bank Danamon. Pembiayaan bersama mewakili 45% dari piutang yang dikelola.

Hingga akhir Desember 2020, perseroan mencatat total pinjaman eksternal sebesar Rp 16,8 triliun. Pinjaman ini erdiri atas pinjaman bank dan obligasi dengan kontribusi masing-masing 54% dan 46%. Dengan kuatnya likuiditas tersebut, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan kembali rating Adira Finance AAA (stabil).

Dengan pendanaan Rp 9 triliun, perseroan berharap mencetak peningkatan pembiayaan tahun ini sebesar 20-30%. Pada 2020, Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli menjelaskan, perseroan membukukan pembiayaan baru senilai Rp 18,6 triliun atau turun 51% dari tahun sebelumnya. Pembiayaan baru segmen mobil dan sepeda motor masing-masing menurun sebesar 46% dan 52%.

Dari sisi keuangan, perseroan membukukan pendapatan bunga sebesar Rp 10,3 triliun atau menurun 14% dari periode 2019. Meski pendapatan bunga menurun, namun perseroan masih bisa menyeimbanginya dengan penurunan beban bunga sebesar 9,3% menjadi Rp 4,3 triliun.

Dengan demikian, perseroan bisa meraih laba bersih sebesar Rp 1,02 triliun atau menurun 51,4% dari tahun 2019. Sementara return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) perusahaan masing-masing tercatat menjadi sebesar 3,1% dan 13,3% pada 2020.

Hafid mengungkapkan, meski mencatat penurunan laba, perseroan berkomitmen akan tetap membagikan dividen. Kendati, besaran dividen tersebut akan diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). "Namun melihat historinya, kami membagikan dividen sekitar 50% dari laba bersih," papar dia.

Adapun, total dividen tahun buku 2019 yang dibagikan pada April 2020 sebesar Rp 1,06 triliun. Dividen ini dibagikan didukung likuiditas perseroan yang kuat.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN