Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Aneka Gas Industri. Foto: samator.com

PT Aneka Gas Industri. Foto: samator.com

Aneka Gas Industri Emisi Obligasi dan Sukuk Rp 305 Miliar

Selasa, 15 September 2020 | 11:55 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII), bagian dari Grup Samator, menawarkan obligasi dan sukuk ijarah senilai total Rp 305 miliar. Perseroan akan menggunakan dana emisi surat utang ini untuk melunasi sejumlah tiga surat utang yang jatuh tempo pada 5 Desember 2020.

Perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap II senilai Rp 100 miliar dengan tingkat bunga 9,25% per tahun dan berjangka waktu 370 hari. Bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada 2 Januari 2021, dan disetor setiap tiga bulan.

Sementara sukuk ijarah berkelanjutan II tahap II ditawarkan sebanyak Rp 205 miliar. Cicilan imbalan ijarah sebanyak Rp 18,96 miliar per tahun. Jatuh tempo sukuk ini juga 370 hari, atau 12 Oktober 2021.

“Dalam rangka penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini, perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia yakni A-,” jelas manajemen dalam keterangan resmi.

PT Sucor Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah Aneka Gas Industri. Adapun, masa penawaran umum surat utang akan berlangsun 25, 28, dan 29 September, penjatahan 30 September, dan distribusi serta jadwal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) masing-masing pada 2 dan 5 Oktober.

Dari emisi obligasi, Aneka Gas Industri bersiap membayar obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2017 seri A senilai Rp 98,78 miliar. Lalu, obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2017 seri B senilai Rp 95,51 miliar. Kedua seri ini sama-sama memiliki tingkat bunga 9,5%. Sedangkan emisi sukuk terbaru akan digunakan untuk melunasi sukuk ijarah berkelanjutan I tahap II tahun 2017 seri A senilai Rp 107 miliar. Cicilan imbalan sukuk ini sebesar Rp 95 miliar per tahun.

Per 30 Juni 2020, Aneka Gas Industri tercatat memiliki total liabilitas sebesar Rp 3,81 triliun. Jumlah itu terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 1,75 triliun, dan liabilitas jangka panjang Rp 2,05 triliun.

Perseroan mencatatkan penjualan Rp 1,03 triliun pada semester I-2020, atau menurun sebanyak 2,1% dibandingkan Rp 1,05 triliun pada periode sama tahun lalu. Penjualan gas perseroan didukung oleh segmen kesehatan dan barang konsumsi. Sementara laba tahun berjalan mencapai Rp 18,1 miliar, menurun  60,3% dibandingkan Rp 45,7 miliar pada semester I-2019,

Laba yang tertekan tersebut dipicu oleh perlambatan pertumbuhan dari segmen tertentu yang diiringi dengan peningkatan biaya keuangan. Kendati demikian, perseroan masih punya kas dan setara kas Rp 402,1 miliar dan rasio liabilitas terhadap aset stabil di 0,54 kali per 30 Juni 2020.

Sebelumnya, Direktur Utama Aneka Gas Industri Rachmat Harsono, mengatakan, selama paruh pertama tahun 2020, perseroan mengamati beberapa perubahan dalam tren bisnis, yang mendorong perseroan terus berusaha menjaga resiliensi di sektor gas industri.

Secara nasional, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dilaporkan turun hingga 10% pada segmen-segmen tertentu untuk semester-I 2020, sementara Aneka Gas Industri melaporkan penurunan penjualan sebesar 2,1%. Hal ini salah satunya disebabkan karena perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan lebih dari 30% dari segmen jasa dan peralatan, yang meliputi penjualan dari jasa instalasi, peralatan dan teknologi untuk pelanggan sektor kesehatan.

“Perusahaan telah terlibat dalam berbagai proyek pemerintah seperti Rumah Sakit Darurat COVID-19 di Wisma Atlet, DKI Jakarta serta Rumah Sakit Darurat Pulau Galang di Batam, Kepulauan Riau. Dalam proyek-proyek tersebut, kami membantu menyediakan instalasi gas medis serta peralatan untuk fasilitas ruang isolasi dan perawatan pasien,” jelas dia.

Untuk semester 2020 dan tahun-tahun mendatang, kata Rachmat, pihaknya terus mengidentifikasi peluang untuk melayani sektor-sektor yang sedang berkembang yang membutuhkan produk gas industri, peralatan gas industri beserta layanan pendukungnya. Perseron turut menentukan strategi yang tepat untuk mempertahankan kinerja dengan tetap memberikan layanan terbaik.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN